Tutup Paksa Rum Berujung Aksi Warga Bakar Bangunan

Spread the love

SUKOHARJO (poskita) – Kesabaran warga sekitar PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo sudah habis dengan membakar bangunan dan blokade jalan. Setelah sehari sebelumnya aksi unjuk rasa di kantor kabupaten, kali ini aksi tutup paksa dengan berujung aksi membakar bangunan dan merusak.

Dalam pantauan aksi, berawal dari aksi paksa memulangkan karyawan pabrik tersebut oleh warga yang menghadang depan pabrik dari pagi. Tengah hari, aksi makin tak terbendung dengan memblokade jalan depan pabrik kain dan pemintalan. Diawali membakar ban depan pabrik yang berujung massa warga melempar batu sekaligus merusak pos satpam dengan portal.

Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan warga melakukan aksi yang tidak lagi butuh orasi. Semua isi pos satpam berupa kursi dibakar serta aset lainnya dibakar bersama ban. Polisi terus negosiasi warga yang telanjur memblokade jalan supaya dibuka tapi ngotot tidak beranjak dari lokasi.

“Warga itu hanya minta ditutup. Apa yg disampaikan bupati justru berpihak dengan RUM. Mosok, menyampaikan pernyataan perusahaan yang jelas tidak hadir. Bahkan menganggap upaya niat baik perusahaan,” jelas warga yang berbaju hitam dan celana pendek bertopi.

Bahkan sejumlah warga mengatakan, ini jawaban warga karena akumulasi setelah sejak awal pendirian pabrik tidak jelas. Perusahaan yang menyampaikan lewat pemerintah daerah di desa katanya ijin garmen ternyata produksi kain dan pemintalan yang ada limbahnya dan polusi.

“Coba bayangkan mas, bahaya polusi sampai di tenggorokan dan hidung panas. Apalagi kalau hujan. Asap cerobong setinggi itu, kalau bisa mengeluarkan daya tegangan tinggi yang bisa menghidupkan turbin,” jelas warga Celep yang pernah kerja di perusahaan semacam itu.

Lemparan batu tidak berhenti hingga tiga remaja berbaju seragam coklat diamankan polisi dan tentara. Meskipun akhirnya dilepas karena desakan warga yang marah tapi trauma karena kena pukul aparat keamanan. Sebut saja Tok yang dipukul aparat berseragam coklat dan doreng mengaku trauma hingga akhirnya pulang.

“Saya awalnya ikut-ikut mas. Tapi ditangkap dan kena pukul,” jelasnya kepada Poskita.

Hingga petang warga masih bertahan blokade di sekitar pabrik. Bahkan aksi lempar menyasar ke sebuah mobil yang di parkir depan kantor tapi sebagian berhasil dievakuasi pemiliknya. Penjagaan polisi dan tentara di depan kantor pabrik dilakukan tapi batu melesat mengenai kaca hingga hancur. Aksi yang melibatkan ribuan warga berusia muda tidak surut dan terlihat sejumlah warga yang berusia lanjut hanya melihat, serta salah satu nenek warga setempat hanya pasrah dengan Tuhan karena polusi sudah tidak bisa diselesaikan.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi di depan warga yang blokade mengatakan kalau karyawan akan membersihkan residu yang dibuang supaya saluran bersih. Dan apabila tidak dibersihkan akan meledak sehingga pabrik ini tidak produksi serta silahkan warga, tapi perwakilan, melihat pembersihan residu, jadi karyawan tersebut bukan untuk memproduksi.

“Pengamanan dilakukan untuk menjaga aset penting dan tidak ada kerusakan sehingga bisa produksi lagi. Semua sudah disampaikan sesuai ketentuan kepada warga sehingga supaya tidak ada aksi ini,” jelas Kapolresta. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Aksi warga merusak pos satpam PT Rum, blokade jalan serta membakar properti pos serta perusakan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *