Sofyan Djalil: Target Tahun 2023 Seluruh Tanah di Indonesia Bersertifikat

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Silaturahim Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Bapak Dr. Sofyan Djalil, SH, MA, MALD  bersama Pimpinan Majlis Tafsir Al-Qur’an Al Ustad Ahmad Sukina berlangsung di Gedung MTA pusat Solo Jawa Tengah Kamis (22/2).

Dalam Sambutannya, Sofyan Djalil menjelaskan  tanah wakaf atau harta-harta milik agama di Indonesia ada 460 ribu Hektar. Selama ini tidak termanfaatkan secara produktif, kalau itu bisa diubah menjadi aset produktif akan menjadi sumber kekuatan ekonomi umat.

“Kita mempertahankan wakaf produktif, wakaf itu bisa tanah, uang, emas dan lain-lain. Maka wakaf yang produktif, bisa buat modal untuk pemberdayaan ekonomi umat. Presiden memerintahkan kami dalam tempo dua atau tiga tahun yang akan datang sampai tahun 2023 seluruh tanah di Indonesia akan bersertifikat termasuk tanah wakaf,” lanjutnya.

Untuk tanah wakaf atau harta-harta agama sementara ini baru sebagian yang bersertifikat, itu milik macam-macam ada NU,  Muhammadiyah, MTA dan lain-lain, Kita akan sertifikatkan agar pasti.

Tahun yang lalu BPN menerbitkan 5 juta sertifikat, tahun ini target 7 juta sertifikat, tahun 2019 taget 9 juta, nantinya setiap tahun target 10 juta dan target tahun 2023 Seluruh tanah di Indonesia bersertifikat.

“Sekarang ini semua tanah masyarakat akan disertifikatkan supaya ada kepastian hukum.Tahun 2017 tanah yang bersertifikat +5,1 juta, total tanah di Indonesia sekitar 126 juta bidang itu yang kita kerjakan dan dalam mengurus sertifikat 2 bulan sudah selesai ,” kata Sofyan Djalil.

Pada kesempatan yang sama, Al Ustad Ahmad Sukino menjelaskan bahwa  MTA adalah lembaga dakwah, tidak ikut partai politik atau mendukung partai manapun, lebih kegiatan dalam dakwah dan menyebarkan Islam bukan mengislamkan orang.

“Pada hakikat manusia tidak bisa mengislamkan manusia lainnya. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak bisa mengislamkan Pamannya tapi, beliau menyebarkan Islam kepada masyarakat kemudian masyarakat dipersilahkan mau menerima dakwah yang disampaikan atau tidak menerima dipersilahkan. Karena kita di negeri ini dengan berbagai macam keragaman maka kita saling menghormati satu sama lainnya,” lanjutnya. (Aryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *