Menghindari Kemacetan Kota Solo, Proyek Over Pass Manahan dan Fly Over Purwosari Tidak Dikerjakan Berbarengan

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Tiga proyek fisik dengan anggaran cukup besar, akan dilakukan Pemkot Surakarta pada tahun 2018, yaitu pembangunan jembatan Tirtonadi sebelah barat dan timur, over pass Manahan, serta pembangunan fly over Purwosari. Ketiganya mendapat kucuran anggaran dari APBN lewat kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR). Proyek pertama yang akan segera dikerjakan yaitu pembangunan over pass Manahan dengan anggaran  sebesar  Rp 52 miliar, pada Februari mendatang. Sementara proyek fisik sejenis yaitu pembangunan fly over Purwosari dilakukan setelah proyek over pass Manahan selesai sekitar September – Oktober 2018 mendatang.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Supriyanto menyatakan, hasil konsultasi dengan Kementrian PU PR beberapa waktu lalu, memastikan ketiga proyek besar untuk kota Solo itu akan berlangsung tahun 2018.

“Pada Februari besok untuk proyek over pass Manahan sudah mulai dikerjakan. Setelah sebelumnya dilakukan proses lelang,” kata Supriyanto kepada wartawan di gedung dewan setempat (26/1).

Sama halnya dengan pembangunan proyek over pass Manahan, pembangunan fly over Purwosari juga akan digarap setelahnya. Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah kemacetan lalu – lintas di kota Solo, utamanya di lokasi palang perlintasan kereta api yang sangat potensial akan kemacetan.

“Kedua proyek yaitu over pass Manahan dan fly over Purwosari memang sengaja tidak dikerjakan berbarengan, dengan pertimbangan agar tidak terjadi kemacetan yang sangat parah dengan adanya proyek ini, mengingat akan adanya sejumlah sumbatan arus lalu-lintas,” ujar Supriyanto lagi.

Rencananya, proyek fly over Purwosari dengan anggaran senilai Rp 150 miliar,  akan digarap pada sekitar September – Oktober tahun ini, atau setelah pembangunan over pass Manahan rampung. Sementara itu, proyek jembatan Tirtonadi yang dibangun di atas sungai yang berada tepat di depan terminal bus Tirtonadi, saat ini tengah digarap masalah non teknis di sekitar area tersebut. Menurut Supriyanto, ada dua buah jembatan yang dibangun, yaitu pada sisi barat dan sisi timur dengan anggaran senilai Rp 35 miliar. Fungsi jembatan itu nantinya, tidak hanya sebagai penghubung antara wilayah utara dan selatan, tapi juga dibangun sebagai penunjang destinasi wisata kota Solo, dengan konsep estetika kearifan lokal yang kental, menjadikan kawasan terpadu wilayah utara kota Solo nantinya menarik untuk dikunjungi. (endang paryanti)

 

Ilustrasi Foto: tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *