Tour De Indonesia Numpang Lewat di Sragen

Spread the love

SRAGEN (poskita.co) – Jalan Raya Sukowati yang berada di depan kantor Bupati Sragen , menjadi titik sprint kedua bagi para pembalap Tour de Indonesia etape pertama antara Prambanan Sleman DIY hingga Ngawi Jawa Timur. Sambutan meriah dilakukan warga Sragen terutama para pelajar dan pegawai saat rombongan pembalap numpang lewat di Sragen.

Lalu lintas Jalan Raya Sukowati Kabupaten Sragen sekitar pukul 11.30 Kamis siang 25 Januari 2018 mulai ditutup oleh petugas. Ratusan polisi yang dipimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman di kerahkan untuk mengamankan dan mensterilkan jalan yang akan dilalui pembalap. Antusias warga masyarakat terlihat untuk menjadi saksi bergulirnya kembali balap sepeda Tour de Indonesia yang telah vakum selama tujuh tahun sejak tahun 2011.

Beberapa personil marshal Tour de Indonesia terlihat bersiap di depan kantor bupati , karena lokasi ini menjadi titik awal sprint bagi para pembalap untuk memperoleh catatan waktu tercepat. Semua pebalap akan melalui tiga titik sprint guna menentukan pemegang klasemen poin (Gumading Jersey) di km 40 tepatnya di taman Sriwedari Solo, km 72,6 di depan kantor Bupati Sragen dan km 92,2 di Universitas Gontor.Seusai finish di etape pertama dari Jogyakarta ke Ngawi ,  para pembalap beristirahat semalam untuk melanjutkan etape selanjutnya dari Madiun ke Mojokerto.

Sebanyak 94 pebalap dari 19 negara dengan kostum berwarna warni numpang lewat dengan cepat di sepanjang jalan Sukowati. Jumlah tersebut tersebar di 15 tim dengan rincian 19 pebalap u-23, 29 pebalap asal Indonesia dan sisanya merupakan pebalap asing yang terdaftar di federasi balap sepeda dunia atau UCI.

Pebalap Indonesia pada balapan sejauh 124,7 km dan finis di Alun-alun Ngawi ini mendapat tekanan dari pebalap asing yang juga jago dalam sprint. Sebut saja pebalap dari tim Terengganu Cycling Team dan Team Sapura Cycling dari Malaysia. Begitu juga tim asal Jepang maupun timnas Mongolia.

Kehadiran pembalap di ajang tour de indonesia meski hanya numpang lewat di Sragen , diharap bisa berdampak positif. Ketua Pengurus Cabang ( Pengcab ) Ikatan Sport Sepeda Indonesia ISSI Kabupaten Sragen Widodo Santoso berharap para pembalap junior di Sragen bisa terpacu motivasinya. Selain itu juga berharap satu waktu sragen bisa menjadi lokasi start dan finish di ajang tour de indonesia ini.

“Ini event yang penting bagi para calon pembalap yang masih junior di Sragen , paling tidak motivasi mereka akan bangkit. Kita berharap satu saat nanti , PB ISSI bisa menunjuk Sragen sebagai tempat Start dan Finish agar bisa lebih dikenal lagi , tidak hanya numpang lewat seperti ini,” Tukas Widodo kepada poskita.co seusai menyaksikan para pembalap melintas di depan kantor Bupati Sragen. (udi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *