Dapat Kunjungan dari Calvin College Michigan USA, ASGA Jajaki Kerjasama

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA), Rabu (10/1) kemarin menerima kunjungan dari Calvin College Michigan USA. Rombongan dari perguruan tinggi dari Amerika tersebut berjumlah 21 Mahasiswa dan 3 dosen. Tiba pukul 12.00 wib, rombongan langsung mengunjungi Pura Mangkunegaran. Setelah itu mereka mengikuti seminar Tari Surakarta Gaya Mangkunegaran dan belajar menari dengan dosen ASGA, Rambat Yulianingsih, S.Sn, M.Sn.

Menurut Rambat, perkembangan tari jawa khususnya di Surakarta, diawali sejak terbaginya kerajaan Mataram Islam menjadi dua wilayah kerajaan, yaitu Kasultanan di daerah Yogyakarta Hadiningrat dan wilayah Kasunanan di  daerah Surakarta Hadiningrat (yang sebelum terjadi peristiwa kebakaran berlokasi di Kartosuro).

Selanjutnya wilayah kerajaan Surakarta sendiri terbagi menjadi dua wilayah kerajaan yaitu Kasunanan dan Mangkunegaran, atas perjuangan Raden Mas Sahid  selama kurang lebih 16 tahun. Tepatnya pada tanggal 17 Maret 1757, setelah ditandatangani perjanjian Salatiga antara Pangeran Sambernyawa (Raden Mas Sahid), Sri Sunan Paku Buana III dan Sri Sultan Hamengkubuwono I di Yogyakarta yang dijadikan sasi oleh Gubernur Haringka. Pembagian wilayah secara geografis ternyata mempengaruhi pembagian wilayah budaya. Masing-masing kerajaan ingin menunjukan jati diri mereka melalui berbagai macam bentuk budaya diantaranya karya seni tari.

Dari sejarah perjalanan lahirnya Mangkunegaran, dapat ditarik benang berah bahwa pada saat itu pula sejarah dan perkembangan seni tari di Pura Mangkunegaran dimulai, yaitu sejak berdirinya Pura Mangkunegaran pada masa kepemimpinan KGPAA Mangkunegaran I (Raden Mas Sahid) tahun 1757-1796.

“Momen penting yang dijadikan awal kehidupan tari di Mangkunegaran adalah dengan diciptakanya Tari Bedhaya Anglir Mendung,” jelas Rambat.

Satu Peristiwa penting sehubungan dengan kehidupan seni tari dalam masa pemerintahan KGPAA Mangkunegaran VIII adalah keberhasilannya dalam upaya rekontruksi Tari Bedhaya Anglir Mendung pada tahun 1981. Pelacak dan pelaku rekonstruksi Tari Bedhaya Anglir Mendung adalah R.Ay. Partini Partaningrat

“Tari tersebut pada akhirnya berhasil dipertunjukan kembali di Pura Mangkunegaran setelah 145 tahun menghilang (hampir satu setengah abad yang lalu). Pentas pertama kali Tari Bedhaya Anglir Mendung yang telah di rekontruksi tersebut diadakan di Pura Mangkunegaran dengan ditarikan oleh 3 orang penari putri,” jelas Rambat menambahkan.

Para penari Bedhaya Anglir Medung menggunakan peralatan pistol yang dibawakan penari pembatak, pistol tersebut diselipkan dipinggang penari bagian depan dan gendewa.

“Selain tari Bedhaya, ada pula tari Gambyong, tari Srimpi Mandarini, Srimpi Mencar, Srimpi Pandelon, Fragmen dan Langendriyan”, lanjutnya.

Dalam kunjungannya Mahasiswa Students & Lectures of Calvin College Michigan USA kalau dimungkinkan untuk kedepannya akan menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan khusunya seni. (aryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *