Natalan Insan Pendidikan Kristiani, dari Bedah Rumah, Beasiswa hingga Penghargaan

Spread the love

Solo, (poskita.co) – Natalan bagi insan pendidik sungguh berkesan. Berbagai aksi dilakukan, mulai dari pemberian beasiswa, penghargaan, hingga melaksanakan bedah rumah.

Insan Pendidikan Kristiani (Kristen/Katolik) se-Surakarta melaksanakan natalan bersama, Jumat (5/1/18), di Gereja Bethel Keluarga Allah, Jl Sutan Syahrir 88 Widuran Surakarta.

Tidak kurang dari 3.000 orang hadir, baik mereka sebagai pendidikan dan tenaga kependidikan memuji bersama dalam perayaan Natal. Natalan kali ini sebagai wadah perayaan natal 2017 insan pendidikan Kristiani yang bernaung dalam keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan BPPMK wilayah 3 Propinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia melaporkan berbagai kegiatan dalam dalam upaya mendukung perayaan Natal. Antara lain Panitia sudah melaksanakan bedah 5 rumah dengan masing-masing estimimasi biaya Rp. 10.000.000.

“Selain itu pada saat puncak acara juga akan dibagiakan beasiswa kepada siswa kurang mampu dan pemberian penghargaan kepada siswa yang berprestasi (Olimpiade sains) tingkat Nasional dan Internasional,” ucap Drs Waliyono MM.

Sedangkan homili di dilakukan oleh Romo Emanuel Nuwa MSF, setelah pembacaan Firman Tuhan oleh  Ir  Theodorosita Mirtasatanti.  Dikatakannya bahwa Natal jangan hanya sebagai rutinitas. Namun bagaimana kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan mampu memberikan contoh dan keteladanan.

“Semuanya harus dibangun dengan cinta.  Maka sesusai perayaan natal ini, kita keluar dari pintu gerbang dengan semangat baru, penuh cinta karena Gusti mboten sare,” tandas romo Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta ini.

Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo yang diwakili oleh Asisten bidang Ekonomi Drs Triana MM berkenan memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu dan pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi.  Dalam sambutannya dikatakan bahwa saat ini kasih Allah banyak mengalami degadrasi dengan banyaknya permusuhan.

“Sebagai umat Kristiani kita harus berdiri di depan untuk meningkatkan budaya gotong royong, semangat kasih, tepa slira dan handarbeni,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, semua guru dan karyawan SMA PL Santo Yosef berkenan hadir. Seperti halnya kesan yang disampaikan oleh Agustinus Budi Santoso S.Pd., bahwa acara tahunan sebagai kebersamaan insan Kristiani. Tak lupa di yang dikenang dari syair sebuah lagu “Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan, jangan sia siakan waktu yang Tuhan bri,…,” tulis Waka kurikulum ini, seperti dirilis Hans kepada Poskita.co (Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *