Kenang Perjuangan Pangeran Sambernyawa, Warga Gelar Festival Bendera Di Lereng Gunung Lawu

Spread the love

KARANGANYAR (poskita.co) – Ada cara unik yang dilakukan warga lereng Gunung Lawu untuk mengenang perjuangan Pangeran Sambernyawa.

Salah satunya dengan mengibarkan. Bendera dilokasi dimana Pangeran Sambernyawa menancapkan bendera perangnya untuk pertama kali.

Seperti selama dua hari ini, mulai 30 Desember 2017 hingga 31 Desember 2017. Ratusan bendera ditancapkan di seputaran puncak Gardu dalam acara Festival Bendera di desa Gerdu, tepatnya di Tuk Ndero (Puntuk Gendera) yang juga disebut sebagai bukit bendera di wilayah Karangpandan, Karanganyar.

Acara yang digelar ini dilandasi keinginan masyarakat lereng Gunung Lawu untuk mengingat perjuangan Raden Mas Said atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Sambernyowo yang memiliki semangat juang tinggi melawan kompeni Belanda.

Aneka bendera warna warni ini ditancapkan di salah satu tebing yang berada di tengah Dusun. Warga sekitar desa Gerdu mempercayai bahwa lokasi tersebut merupakan tempat penancapan bendera kebesaran Pangeran Sambernyawa sebagai awal perjuangannya.

Kepala Dinas Pariwisata, Titis Jawoto mengaku sangat mengapresiasi acara festival bendera untuk mengenang perjuangan RM Said semasa penjajahan Belanda.

Bahkan pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat mendukung penuh untuk dikemas menjadi wisata sejarah.

“Kita dukung penuh acara yang digagas warga dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,” jelas Titis, Sabtu (30/12/2017).

Terkait lokasi tersebut diyakini sebagai tempat penancapan bendera perjuangan Pangeran Sambernyawa, pemkab Karanganyar segera melakukan kajian sejarah bekerjasama dengan pihak yang berkompeten di bidangnya.

“Kita punya masyarakat sejarah Karanganyar yang sudah sangat eksis. Bukan hanya dari sisi sejarah, potensi alam, potensi wisata semua akan segera di maping,” lanjut Titis.

Seandainya dari literasi sejarah benar lokasi itu tempat pertama kali Sambernyawa menancapkan bendera perjuangannya, ungkap Titis, tidak menutup kemungkinan akan dibangun tugu atau monumen sebagai penanda pernah terjadi peristiwa bersejarah di lokasi tersebut.

Seperti era Presiden Soeharto yang membangun monumen Tri Dharma pada tahun 1971 sebagai penanda lokasi itu diyakini sebagai tempat Pangeran Sambernyawa memberikan pengajaran pada para prajuritnya sebelum maju berperang.

“Di tahun itulah, akhirnya Presiden Soeharto kala itu membangun monumen atau tugu peringatan Tri Dharma,” pungkasnya. (Uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *