Workshop Kolaborasi,  Terbitkan Bunga Rampai dari Nasionalisme Hingga Diplomasi

Spread the love

(Bandung, poskita.co)    Universitas Padjadjaran Bandung mengundang para dosen baik negeri maupun swasta dari latar belakang ilmu Hubungan Internasional yang memiliki ketertarikan pada gender. Kegiatan penting ini mengusung tema Workshop Kolaborasi Luaran Studi Gender Dalam Hubungan Internasional.

Aktivitas ini hasil kerjasama antara Center for International Studies on Gender, Cultural and Diplomacy (CISGCD) dan Komunitas Gender Dalam Hubungan Internasional Indonesia.   Adapun perwakilan Universitas yang hadir adalah Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Indonesia Jakarta, dan International Woman University Bandung.

Selain para pengajar perguruan tinggi, workshop tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Komnas Perempuan, dan Suara Kebebasan.

Ketua komunitas Gender dalam Hubungan Internasional, Sartika Soesilowati, Ph.D mengajak para peserta untuk mempersatukan langkah memajukan perempuan Indonesia khususnya para pemerhati gender dengan menyusun bunga rampai. Buku tersebut akan berisikan tentang isu nasionalisme dan politik identitas, konflik, keamanan dan perdamaian, pembangunan dan ketimpangan serta budaya, ICT dan diplomasi.

Buku bunga rampai tersebut menurut Sartika Soesilowati, diupayakan untuk mendapatkan hibah dari Australia. Selain pembuatan buku bunga rampai, perwakilan Universitas Padjadjaran yang diwakili oleh Junita Budi Rachman, Ph.D juga mengajak para dosen untuk terlibat dalam penelitian bersama. Adapun tema yang diangkat dalam penelitian bersama adalah human security, Sustainable Development Goals (SDGs), dan pengajaran gender di jurusan Hubungan Internasional.

Seperti dikatakan oleh Dra  Ani Widyani Soetjipto MA, sebagai perwakilan dari Universitas Indonesia bunga rampai tersebut menjadi produk yang mendesak sifatnya mengingat selama ini belum ada karya para dosen Ilmu Hubungan Internasional yang memiliki perspektif gender.

“Saya menyambut baik ajakan untuk membuat bunga rampai. Ini tantangan yang harus direalisasikan,” ujar Setyasih dari Unisri Surakarta.

VERONICA RINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *