Meski Sekolah Kebanjiran, Orangtua SDN 2 Plosowangi Datangi Pentas Seni Siswa

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Meskipun hujan mengguyur yang berakibat banjir di halaman Sekolah dasar Negeri (SDN) 2 Plosowangi UPTD Pendidikan Kecamatan Cawas, Klaten, tak menyurutkan tekat orangtua mendatangi sekolah menyaksikan putra-putri mereka tampil di ajang pentas seni dan budaya, Kamis pagi, 21 Desember 2017.

Kepala SDN 2 Plosowangi Susanto menyatakan prihatin atas kondisi sekolahnya yang kebanjiran setinggi satu lutut. Namun karena undangan ke orangtua siswa sudah beredar, acara pentas seni dan budaya tetap jalan walaupun halaman sekolah kebanjiran.

“Kita tetap syukuri saja dan banjir ini bagian dari ujian kesabaran kami. Untuk pentas seni dan budaya ini, ada pentas seni karawitan, geguritan, bernyanyi, tari dan tilawah Al Quran. Meskipun halaman sekolah kebanjiran, antusias orangtua tetap tinggi,” jelas Susanto.

Hujan yang mengguyur Klaten sejak Rabu siang (20/12), membuat sejumlah sungai banjir, termasuk sungai Dengkeng yang ada di wilayah Kecamatan Cawas. Dan Kamis pagi (21/12), pukul 05.00 WIB, air banjir luapan sungai Dengkeng baru masuk halaman sekolah. Hal ini jelas membuat susah keluarga besar sekolah ini.

Terlihat di lokasi pentas seni ada anggota DPRD Kabupaten Klaten Sri Hartanti yang diundang khusus kepala sekolah. Kaitan banjir ini, dia juga mengaku prihatin. Adanya pembangunan jalan raya depan sekolah, berakibat tanah halaman sekolah lebih rendah dan posisi selokan air depan sekolah juga lebih tinggi.

“Salah satu upaya untuk mencegah tidak kebanjiran lagi, halaman sekolah harus ditinggikan, minimal 70 cm. Kalau tidak ditinggikan, selamanya sekolah ini akan kebanjiran. Dan tampaknya, sekolah ini sudah menjadi langganan banjir dan berbagai cara sudah dilakukan agar tidak kebanjiran lagi,” ujar Hartanti.

Dari evaluasi selama ini, air selokan yang berada di depan sekolah ini berasal dari luapan sungai Dengkeng yang berada di selatan sekolah sejauh 400 meter. Dan kalau dicari sebabnya sungai Dengkeng sering meluap, katanya, sebaiknya Dam Tukuman Dengkeng bisa digempur saja. (kiem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *