Kapolres Sragen Kawal Demo Donald Trump

Spread the love

SRAGEN (poskita.co) – Para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Madina Sragen aksi turun ke jalan, Kamis siang (14/12). Mereka mengutuk pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Aksi demo para mahasiswa dengan lakukan long march dari kampus STIT Madina ke alun-alun Sragen yang berjarak sekitar 2 kilometer. Saat berjalan kaki, para siswa melakukan yel-yel mengecam pernyataan sepihak Donald Trump yang mencederai umat Islam dunia.

Sejumlah poster dibentang dalam aksi tersebut, diantaranya bertuliskan ‘Say
Not To Trump’, ‘Kami Jual Diri Pada Agama Kami’, ‘Palestine Will Not Die’, ‘Kami Mengutuk Donald Trump’, ‘Jerusalem capital of Palestine’.

Para mahasiswa tersebut selain menyuarakan aksinya dengan lakukan orasi yang menyatakan, umat Islam bersatu menolak produk Amerika, sebagai bentuk protes terhadap Donald Trump.

Koodinasi aksi, Suparno(23) menegaskan, mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, karena Yerusalem bukan ibu kota Israel.

“Tuntutan kami agar dicabut semua pernyataan dari Donald Trump, dan intinya bagaimana yang dinyatakan Donald Trump itu bisa dicabut kembali dan meminta maaf kepada seluruh umat muslim,“ tegas Suparno yang
juga ketua BEM STIT Madina, Sragen ini.

Menurut Suparno, umat muslim seluruh dunia tetap berjuang bahwa seluruh masyarakat tidak terima yang telah dinyatakan oleh Donald Trump. Menurutnya, warga Amerika juga ada menggelar aksi–aksi penolakan pernyataan Presiden Amerika tersebut.

“Seluruh dunia menolak pernyataan tersebut, termasuk kami sangat mendukung kebijakan politik Indonesia yang juga mengecam pernyataan Donald Trump. Seharusnya PBB segera ambil sikap memberi sanksi Amerika
untuk segera mencabut pernyataanya yang melukai umat Islam,” tandasnya.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menyatakan, mempersilahkan semua warga berhak melakukan aspirasinya dengan cara berunjuk rasa. Namun aksi itu harus dilakukan dengan tertib dan tidak menggangu masyarakat umum.

“Agar aksi unjuk rasa berjalan tertib, kami sendiri memerintahkan anggota
untuk lakukan pengawalan dan mengatur arus lalu lintas tetap lancar,” jelas AKBP Arif Budiman. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *