Adik Raja Surakarta Ditangguhkan Penahanan

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Penangguhan penahanan diterima adik Raja Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Benowo dalam perkara penipuan dan penggelapan. Dia memberikan surat kuasa penggunaan lahan Alun-alun Utara kepada panitia Sekaten 2017, Robby Hendro Purnomo. Hal ini dikatakan Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, Selasa (12/12/2017).

“Karena segi pemanfaatan ditahan secara KUHAP maka sah bisa dilakukan penangguhan,” jelasnya.

Surat kuasa tersebut digunakan Robby untuk menawarkan kepada pedagang dan wahana permainan menempati lahan ilegal. Padahal lahan tersebut sudah disewa Pemerintah Kota Solo sebagai pasar darurat Pasar Klewer timur sehingga keduanya ditahan sejak Senin (27/11/2017). Kemudian adik raja yakni Benowo dijerat Pasal 55 turut serta bersama Robby yang dijerat Pasal 372 dan  378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

“Selanjutnya yang bersangkutan melakukan upaya ganti rugi. Apabila ganti rugi kalau masih ditahan maka akan sulit dalam upaya tersebut,” tuturnya.

Keduanya ditangguhkan setelah berdasarkan asas manfaat dalam KUHAP meskipun perkara sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Lanjutnya, polisi memberikan kesempatan kepada tersangka untuk melakukan mediasi bersama para pelapor korban penipuan sesuai keinginan tersangka.

“Proses hukum tetap berlanjut dan hasil mediasi menjadi pertimbangan hakim,” tegasnya.

Benowo mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukan dan berjanji mengembalikan kerugian para pedagang pada Selasa ini. Dirinya tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti serta kooperatif terhadap kepolisian. (Agung Santoso)

Caption Foto:
KGPH Benowo didampingi Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi saat dikonfirmasi bersama di Mapolresta Solo, Selasa (12/12/2017).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *