Pabrik Pil PCC Digerebek, Dua Otak Pelaku Ditangkap

Spread the love

SOLO, Poskita- Dua orang diduga sebagai otak pelaku pembuatan pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Semarang maupun di Solo.
Dua pelaku baik sebagai penyandang dana dan pemilik pabrik yakni Joni dan Sri Anggoro alias Ronggo.
Dua dari sebelas tersangka yang telah diamankan itu sebagai otak pelaku dikemukakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Komjen Pol Budi Waseso alias Buwas, saat jumpa pers di Pabrik Pil PCC di Jalan Setia Budi No 66, Cinderejo, Gilingan, Banjarsari, Solo, Senin (4/12).
Menurut mantan Kabareskrim Mabes Polri itu, Joni yang kini diproses di Semarang juga memiliki senjata api (senpi), sedang Anggoro alias Ronggo merupakan koordinator dari semua pabrik pil PCC yang digerebek di Semarang dan di Solo.
Begitu datang ke Solo dan melihat langsung rumah yang dikontrak oleh Wildan dan dijadikan pabrik pil PCC di Jalan Setia Budi, Solo, Buwas menegaskan pabrik yang dilihatnya bukan pabrik ecek-ecek, karena produksinya cukup besar, dimana pabriknya bisa menghasilkan 50 juta pil PCC. Padahal yang terungkap di Semarang hanya menghasilkan 3 juta. ”Untuk membuat pil PCC ini, Joni selaku otak pelaku meraup penghasilan hingga Rp 2,7 miliar setiap bulannya.
Berdasar apa yang terungkap sesuai data dan perinciannya, lanjut Kepala BNN, Pabrik pil PCC di Solo menghasilkan sekitar 50.000 butir/hari.
Sedang jutaan pil PCC yang telah beredar, kata Jenderal Bintang tiga itu, terbanyak dipasarkan di Kalimantan dan Sulawesi.
Agar pembuatan pil PCC ini tidak ketahuan petugas, dikemas dalam tablet dengan cara memalsukan merk Zenith Parmaceutical, sehingga kalau tidak cermat, obat keras jenis PCC yang dikonsumsi masyarakat dikira produk obat merek Zenith Parmaceutical.
Terkait perkara ini, para tersangka oleh penyidik BNN Provinsi Jateng, akan dijerat dengan pasal 197 Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP Subsider Pasal 198 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.
Saat dimintai keterangan, Sri Anggoro alias Ronggo tidak membantah bersama teman-temannya telah memproduksi pil PCC baik di Semarang maupun di Solo. ”Saya tidak dapat mengolahnya, sedang yang ngajari memproduksi pil PCC, orang saya yang di Semarang,” ungkapnya sembari membantah kalau dia disebut sebagai otak pelaku dibalik semua ini. (gito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *