Tangkap Pasangan Kekasih, BNN Gerebek Pabrik Pil PCC di Solo

Spread the love

SOLO, Poskita- Tim Satgas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng menggerebek pabrik ekstasi jenis Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodo (PCC) di Jalan Setia Budi No 66, Kampung Cinderejo, Gilingan, Banjarsari, Minggu (3/12) pagi.
Selain menyita sejumlah barang bukti (BB), seperti 4 unit mesin produksi, 1 karung kemasan tablet, 2 box kontainer berisi jutaan butir PCC, 3 box kontainer bahan baku PCC berbentuk serbuk, puluhan liter alkhohol yang dikemas dalam 9 jerigen besar dan 2 tong kecil, dan lainnya, di lokasi kejadian petugas BNN juga mengamankan lima pekerja dan seorang perempuan yang bekerja sebagai juru masak.
Para pekerja yang diamankan yakni Jajah Isworo (22) warga Ngadipiro, Jaten, Selogiri, Susilo (44) warga Perum Puterejo Sumedang, Heri Dwimanto (32) warga Babadan Wetan, Paron, Ngawi, Maryanto (28) warga Sudagaran, Banyumas serta Sumardi (44) warga Semen, Tanon, Ngawi. Begitu juga seorang perempuan bernama Erna (36) warga Nglawu, Sukoharjo yang bekerja sebagai juru masak juga diamankan.
Penggerebekan dan penggeledehan tersebut hasil dari rangkaian pengembangan atas penangkapan pemilik pabrik, Wildan (29) dan kekasihnya, Mita (20) warga jalan Kepodang No 8 Perumahan Fajar Indah, Jajar Laweyan.
Setelah keduanya ditangkap, petugas menuju ke sebuah rumah berlantai dua di Jalan Setia Budi, Cinderejo, Gilingan, Minggu pagi sekitar pukul 09.00.
Rumah berlantai dua di pinggir Jalan Raya yang digerebek petugas diduga sudah sekitar 8 bulan memproduksi obat-obatan terlarang jenis PCC.
Walau dibuat di Solo, namun barang haram itu didistribusikan ke Tangerang dan Samarinda.
Usai mendatangi tempat kejadian, Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono didampingi Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo dan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, rumah yang digerebek diipabrik PCC dalam skala besar.
Menurut mantan Kakorlantas Mabes Polri itu, ini hasil pengungkapan dari tim BNN Provinsi Jateng hasil pengembangan sebelumnya seperti yang terjadi di Semarang maupun Sukoharjo. (gito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *