Kiriman Banjir di Sragen Rusak 80 Ha Padi

Spread the love

SRAGEN (poskita.co) – Sekitar 80 hektar areal tanaman padi di wilayah rusak diterendam luapan Sungai Bengawan Solo.

Diantaranya di 11 desa dari dua kecamatan Kabupaten Sragen yang berada di bantaran sungai terpanjang di pulau jawa itu. Diantaranya kecamatan Masaran, banjir meremdam tanaman padi di Desa Pilang, Kliwonan, Sidodadi dan Pringanom.

Kemudian di kecamatan Sidoharjo banjir Bengawan Solo merusak tanaman padi di Desa Sribit, Bentak, Patihan, Tenggak, Sidoharjo, Jambanan dan Pandak.

Meski tidak terlalu parah dibanding waktu sebelumnya, namun para petani kuatir terjadi banjir susulan yang dipastikan berdampak pada rumah warga.

Berdasarkan informasi terdapat sejumlah wilayah sudah terdampak banjir. Namun air masih membanjiri areal pertanian. Belum sampai rumah dan pemukiman warga. Hanya beberapa jalan saja yang sudah terdampak luapan bengawan.

Seperti di  Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, pemukiman penduduk Jalan Desa sudah terdampak luapan dengan ketinggian antara 20 – 40 centimeter. Daerah yang terkena luapan meliputi wilayah Sari kidul Rt 07, Bakung kulon Rt 08,09. Bakung tengah Rt 10.

Selain itu, Persawahan tanaman padi umur 2 minggu sekitar 45 Hektar lahan yang sudah terbenam dengan kedalaman antara 30 – 75 cm.

Sedangkan Akses jalan Masaran-Plupuh masih lancar belum perlu mendapat Evakuasi.

Untuk Desa kliwonan,Masaran  di wilayah Persawahan perbatasan Kliwonan sekitar 4 ha dengan tanaman padi umur 1-2 Minggu. Demikian juga di Desa Sidodadi, tanaman padi umur sekitar 2 Minggu terkena luapan Air sekitar 5 Hektar.

Untuk wilayah Desa Pilang, Kecamatan Masaran air sudah masuk ke Jalan pemukiman penduduk Wilayah Persawahan sekitar 5 hektar lahan yang sudah terbenam dengan kedalaman antara 20 cm umur padi baru tanam.

Kepala Desa (Kades) Pilang Sukisno menyampaikan bahwa kondisi air belum sampai ke pemukiman warga. Namun sudah sedikit naik ke permukaan.

”Kalau air sudah naik ke persawahan, doakan saja agar tidak sampai terus naik,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan tetap waspada dengan kondisi tersebut. Hal ini tergantung kondisi cuaca di Hulu dan wilayah Sragen. Jika hujan deras kembali tentu kewaspadaan harus ditingkatkan. ”Kami harap juga tidak hujan, yang dikhawatirkan itu kalau hujan deras terus turun lagi lebih lama,” ungkapnya.

Untuk wilayah Kecamatan Sidoharjo, Desa yang sudah terdampak yakni Pandak dan Sribit. Meskipun baru masuk ke areal pertanian dan belum sampai ke rumah warga. Camat Sidoharjo Samsuri menyampaikan pihaknnya sudah meninjau perkembangan kondisi banjir.

”Pandak itu baru sampai sawah, kalau kemungkian naik tapi Pandak dan Sribit,” ujarnya.

Selain dua desa tersebut, Dia menyampaikan beberapa desa biasanya terdampak banjir seperti Patihan, Tenggak, Sidoharjo, Jambanan, dan Bentak.

”Warga siap-siap saja, belum ke pemukiman, kita himbauan saja jika ada informasi terbaru,” terangnya.

Selain itu pihaknya mewaspadai kondisi Sungai Mungkung. Namun saat ini masih dalam kondisi aman terkendali. Tidak meluap seperti beberapa waktu lalu. (Cartens)

foto: ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *