Hujan-Hujan Begini Paling Nikmat Menyantap Mie Thoprak Mangkuyudan

Spread the love

SOLO (poskita.co) –  Kuliner khas Solo satu ini memang namanya mirip-mirip dengan makanan khas betawi ketoprak. Tapi jangan terus membayangkan mie thoprak hampir sama dengan makanan ketoprak lho. Sangat berbeda! Di musim hujan seperti saat ini, menyantap semangkuk mie thoprak menjadi kenikmatan luar biasa, karena kuahnya yang gurih panas cocok disantap saat hawa adem seperti ini.

Di kota Solo ada sejumlah warung mie thoprak yang cukup terkenal dan menjadi buruan masyarakat yang ingin mencicipinya. Salah satunya adalah warung mie thoprak yang berlokasi di kawasan Mangkuyudan, tepatnya di sisi utara Masjid Tegal Sari, Mangkuyudan, Laweyan, Solo. Musim hujan saat ini, di mana curah hujan terus awet membasahi  kota Solo, membuat udara dingin terus menerus terasa. Perut pun sedikit-sedikit menjadi terasa lapar, dan inginnya mengemil atau menyantap panganan yang panas-panas segar.  Nah, kuliner mie thoprak bisa menjadi pilihan santapan menghangatkan kala dilanda hawa dingin seperti ini.

Di warung mie thoprak Mangkuyudan, semangkuk mie thoprak yang dihidangkan cukup untuk mengganjal perut yang lapar. Porsinya pas, tidak terlalu besar, tidak juga terlalu sedikit. Apa saja sih isian mie thoprak itu? Perlu dijelaskan di sini, mie thoprak khas Solo adalah sejenis kuliner yang mirip dengan soto atau bakso karena sama-sama berkuah panas. Bedanya, isian mie thoprak yang lengkap terdiri dari irisan kubis atau kol, irisan tahu tempe, irisan cakue, irisan daging sapi, dan tak lupa ditambah mie kuning. Terakhir ditaburi juga kacang tanah goreng, seledri dan bawang goreng. Kemudian disiram dengan kuah kaldu sapi yang sarat bumbu, menjadikan semangkuk mie thoprak menjadi santapan bercita rasa gurih nikmat. Apalagi jika dimakan panas-panas, dipadukan dengan sedikit kecap, sambal cabe rawit pedas, dan cuka secukupnya. Hhmmm….kenikmatan tiada tara.

Mie thoprak Mangkuyudan memiliki cita rasa yang berbeda dengan mie thoprak lainnya, yaitu kuahnya yang segar dan sama sekali tidak terasa amis aroma khas daging atau tetelan sapi. Sehingga bagi mereka yang tidak begitu suka dengan daging sapi, jika menyantap mie thoprak ini ditanggung akan menjadi suka dan menikmatinya. Pemilik warung Mie thoprak ini, Bapak Suharto, mengaku setiap harinya cukup banyak warga Solo yang datang untuk mencicipi lezatnya mie thoprak hasil olahannya.  Selain mie thoprak, andalan di warung ini adalah es gempol pleret, yaitu kuliner minuman sejenis es dawet dengan kuah manis santan gula jawa. Tapi yang ini ditambah dengan beberapa buah gempol yang terbuat dari adonan beras meniran (pecahan dari buliran beras) yang dimasak dan dibentuk bulat pipih, dan pleret yaitu adonan dari tepung diberi gula jawa dan dibentuk dengan cara ditipiskan. Semangkuk mie thoprak Mangkuyudan dipatok dengan harga cukup murah yaitu Rp 10.000,- per mangkuk. Sementara es gempol pleret Rp 5.000,- per mangkuk kecil. Jika musim hujan seperti ini mungkin lebih cocok menikmati gempol pleret tanpa harus ditambahai es yaaa. (endang paryanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *