Antisipasi Penularan DBD Masyarakat Ngabeyan  Gelar Fogging Secara Swadaya

Spread the love

SUKOHARJO (poskita.co) – Antisipasi penyebaran kasus demam berdarah, warga RT 4, RW 2 Ngabeyan Kartosuro, gelar fogging secara mandiri hasil dari swadaya masyarakat dengan dibantu anggota Pecinta Alam (PA) Sabagiri.

Adanya warga yang terkena demam berdarah, membuat masyarakat menginginkan pelaksanaan fogging. Namun adanya ketentuan minimal warga yang terjangkit demam berdarah sekitar empat atau lima orang baru nanti dilakukan fogging oleh dinas terkait sehingga warga memutuskan fogging secara mandiri.

“Atas usulan dan kesepakatan warga, akhirnya memilih fogging secara swadaya dengan dibantu teman-teman PA Sabagiri yang memiliki alat fogging sendiri,” jelas ketua RT 4, Anjar Asmoro, Minggu (19/11/2017).

Sekurangnya 60 rumah di satu RT termasuk dua sekolahan yang berdekatan dengan perkampungan warga ikut juga dilakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa.

Sedangkan untuk mematikan jentik nyamuk warga harus menjaga kebersihan lingkungan.

“Salah satunya menjaga kebersihan tempat penampungan air, sering dikuras dan ditaburi bubuk Abate,” jelasnya lebih lanjut.

Anjar Asmoro juga sampaikan lingkungan tempat tinggalnya banyak dikelilingi pabrik, gudang dan juga ada garasi bus.

Dan petugas kesehatan juga menyebut wilayahnya sebagai salah satu daerah yang berpotensi endemi demam berdarah.

Sementara itu Buntoro salah satu anggota Pecinta Alam (PA) Sabagiri menyebutkan pihaknya mendapat informasi ada warga yang terkena demam berdarah. Dan terakhir kali menyerang balita berusia empat tahun.

“Dikhawatirkan akan terjadi kasus serupa akhirnya warga bersama dengan PA Sabagiri berinisiatif lakukan fooging secara swadaya untuk mencegah penyebarannya,” terang Buntoro.

Bersama dengan warga, PA Sabagiri secara bergotong-royong agar bisa mencegah, dan masyarakat juga merasa sedikit tenang karena saat ini sudah mulai memasuki musim hujan. Meski sudah dilakukan pengasapan, menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dari tumpukan barang bekas dan genangan air tetap harus dilakukan.

“Jangan biarkan ada tumpukan barang bekas dan genangan air yang menjadi tempat jentik nyamuk berkembang biak,” pesan Buntoro (Uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *