Siswa SMA/SMK di Klaten Lawan Money Politic dalam Pemilu

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Belasan siswa SMA/SMA, tampak membubuhkan tanda tangan berisi ajakan pengawasan pemilu partisipatif bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, defabel, mahasiswa dan elemen lainnya di RM Merapi Resto, Selasa siang, 14 November 2017.

Seperti dituturkan Rika Sulistyoningsih, siswa kelas XII jurusan Busana SMKN 3 Klaten, untuk pelaksanaan pemilihan umum, baik memilih gubernur Jateng, pemilihan legislatif dan presiden, masyarakat bisa memotivasi diri tidak merusak etika berpolitik.

Setiap ada pemilu, masyarakat selama ini masih terkesan mengharap pemberian uang atau money politic dari calon peserta pemilu. Rika merasa prihatin dan menolak adanya tradisi money politic. Masyarakat diajak memilih pemimpin yang jujur, punya integritas, tidak suka mengumbar janji, mempunyai pandangan maju untuk negeri dan lainnya.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi calon-calon peserta pemilu, saya sudah mencukupi umur untuk mencoblos tahun depan. Saat ini usai saya 16 tahun dan tahun depan usia saya 17 tahun. Kita harus berani lawan money politic, sebab hal ini tidak mendidik. Masak suara kita mau dibeli pakai uang,” jelas Rika yang juga Ketua OSIS SMKN 3 Klaten.

Hal senada juga dikatakan temannya satu sekolah, Rahma Alviona Syahrani, jurusan Tata Boga kelas X SMKN 3 Klaten. Meskipun tahun depan dirinya baru berusia 16 tahun atau belum boleh mencoblos, Rahma mengajak masyarakat mau menjadi relawan pengawasan pemilihan umum partisipatif.

“Semoga calon calon pemilu bisa menerapkan budaya positif, seperti tolak money politic, tidak golput, bisa melaksanaan pemilu yang jurdil. Generasi selanjutnya yang mau ikut pemilu bisa bersikap jujur, harus bisa memilah yang baik. Saya juga tidak mendukung golput,” ungkap Rahma. (aha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *