Anggota Panwascam Sri Neni Resah. Namanya Dicatut Dukung Dua Parpol di Klaten

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Klaten menerima informasi Sri Neni Windasari, yang nyata-nyata dicatut sebagai anggota dua partai politik (parpol) sekaligus, PAN dan Partai Demokrat dalam proses pendaftaran parpol beberapa pekan ini.

Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Klaten Tengah ini merasa gerah dan tak habis pikir, bisa-bisanya dua parpol tersebut mencamtumkan kartu tanda penduduk (KTP) di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dikatakan, ada anggota KPU Klaten mendatangi rumahnya di Tonggalan, Senin lalu, 6 November 2017, yang ada cuma ibu dan pamannya. Sri Neni mengaku kaget saat diberitahu ibunya, bahwa ada anggota KPU ingin bertemu. Saat itu, dirinya sedang bekerja dan merasa tanda tanya.

“Saya jadi penasaran, ada apa KPU cari saya. Dan saya mendatangi KPU untuk mencari tahu, dan saya membuat surat pernyataan tidak menjadi anggota dua parpol tersebut. Saya tidak merasa memberikan foto copy KTP dan bukan pendukung atau anggota parpol manapun,” jelas Sri Neni saat dimintai persaksian oleh Panwaslu Klaten, Senin pagi (13/11).

Hal ini dibenarkan Ketua Panwaslu Klaten Arief Fatkhurakhman bersama dua anggota Panwaslu Azib Triyanto dan Tri Hastuti saat memintai keterangan aktifis Karang Taruna tingkat Kabupaten Klaten ini usai meminta persaksian warga Tonggalan ini. Posisi Sri Neni, sampai saat ini tetap netral dan tidak berafiliasi ke salah satu parpol manapun.

Sri Neni Windasari ini tinggalnya di Jalan Tapakdoro RT 002/RWT 011, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, merasa dicatut sebagai anggota dua partai politik (Parpol) sekaligus, yaitu PAN dan Partai Demokrat pekan lalu.

“Padahal Sri Neni sendiri juga anggota Panwaslu Kecamatan Klaten Tengah. Tahapan KPU awalnya pendaftaran parpol di KPU yang fokus pada jumlah angka suara dukungan keanggotaan, dan berikutnya ada verifikasi data suspect by name terkait kegandaan anggota parpol. Termasuk kasus Sri Neni ini yang KTP-nya ditemukan ganda di PAN dan Partai Demokrat. Hari ini (Senin) kita akan panggil pimpinan dua parpol tersebut untuk klarifikasi,” ujar Arief. (aha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *