Menengok Perkembangan Wayang Dalam HWD # 3 di ISI Surakarta

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Untuk kali ketiga, Jurusan Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan event untuk memeriahkan Hari Wayang Dunia (HWD), pada tanggal 7–9 November 2017.

Pada penyelenggarakan tahun ini menggelar pementasan wayang 3 (tiga) hari dengan 3 (tiga) panggung yang berbeda, dengan menampilkan 38 dalang dari berbagai daerah. HWD #3  2017 yang mengambil tema “Wayang dan Penguatan Kebhinnekaan Bangsa” ini juga menggelar serangkaian acara lainnya, yaitu Lomba Mewarnai dan Menggambar Tokoh Wayang untuk kategori TK dan SD, Pameran Wayang-Wayang Lawas  Koleksi Para Dalang dan hasil penelitian serta Pameran Buku Wayang.

“Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta terpanggil untuk merayakannya setiap tahun. Dan hari ini adalah perayaan yang ketiga sejak dideklarasikannya Wayang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, tanggal 7 Nopember 2003,” ungkap Rektor ISI Surakarta Dr Guntur, M. Hum saat Pembukaan Peringatan Hari Wayang Dunia (HWD) III, di Kampus ISI Surakarta, Kentingan Solo, Selasa (7/11).

Lebih lanjut Guntur mengatakan, bagi ISI Surakarta, HWD merupakan momen di mana segenap sivitas akademika melakukan proses pembelajaran  dan sekaligus menunjukkan hasil dari proses itu dalam suatu pergelaran dan pameran wayang.

“Dalam paradigma penelitian artistik, mengkonsepsikan bahwa seniman adalah peneliti, proses kreatif adalah proses penelitian, karya seni adalah hasil penelitian, dan pergelaran adalah publikasi,” jelasnya.

Sebagai warisan dunia non bendawi, wayang telah menginspirasi masyarakat Indonesia sampai sekarang, banyak sekali produk budaya baik pertunjukkan maupun seni visual yang terinspirasi dari wayang tersebut.

Hal tersebut dapat dilihat dari pameran seni rupa yang digelar di lobbi Teater Besar ISI Surakarta yang menampilkan banyak sekali bentuk-bentuk wayang baru, seperti wayang perjuangan hasil penelitian Dr. Sunardi, M. Sn, Kuwato, S. Kar, M. Hum, dan Sudarsono, S. Kar, M. Si yang menampilkan tokoh-tokoh perjuangan RI atau beberapa souvenir unik dari gembreng dengan hiasan punakawan karya Hendri Cholis. (sat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *