Jokowi Mantu Pesta Perpaduan Adat Jawa Dan Batak

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Untuk kedua kalinya , Presiden Jokowi menggelar perhelatan mantu bagi putri kesayangannya. Seperti pada saat pernikahan Gibran Selvi pada tahun 2015 lalu, suasana perhelatan Jokowi mantu kali ini sangat meriah. Ribuan tamu sudah hadir di kawasan Graha Saba Buana yang berada di kawasan Sumber sebelum berlangsungnya prosesi akad nikah. Pada malam sehari sebelumnya , kawasan kediaman Presiden Jokowi sudah dipenuhi agenda , baik yang berupa prosesi adat maupun penerimaan tamu ribuan relawan dari berbagai daerah di tanah air.

Pada Rabu pagi ( 8/11)  , sejak pagi hari suasana di kawasan Graha Saba sudah mulai bersiap diri. Tamu tamu penting mulai dari para mantan Presiden seperti Susilo Bambang Yudoyono , Megawati Sukarnoputri dan Try Sutrisno , para menteri dan mantan menteri , para gubernur seperti Anies Baswendan , Ahmad Heryaman dan Syahrul Yasin Limpo,  serta tokoh tokoh nasional yang diundang untuk menyaksikan penikahan istimewa kali ini.

Seperti sudah dirancang sejak awal, Kirab dengan menggunakan kereta kencana dipakai untuk membawa iring iringan pengantin. Rombongan kirab pertama , bergerak memasuki Graha Sabha , adalah kirab yang membawa pengantin putra yaitu Muhammad Bobby Afif Nasution. Sebagai pemimpin rombongan laki laki , sebagai utusan keluarga almarhum Erwin Nasution adalah Letnan Jendral Edy Rahmayadi Nasution yang sehari hari menjabat Pangkostrad. Menyusul di belakang kirab pengantin lelaki adalah, Wakil Presiden Muhammad Yusuf Kalla yang oleh Jokowi ditunjuk untuk menjadi saksi akad nikah, kepada para wartawan yang berada di pintu masuk Graha Saba, Yusuf Kalla menyampaikan pesannya untuk pengantin baru. “Saya mengucapkan selamat, semoga pengantin yang akan membina rumah tangga bisa langeng,” tandas Yusuf Kalla, sambil berjalan memasuki Graha Saba.

Selang lima menit dari rombongan pengantin putra , Kirab yang membawa rombongan pengantin putri mulai bergerak menuju Graha Saba. Didahului dengan iring iringan putri berpakaian adat , mereka adalah para wanita anggota Tentara Nasional Indonesia. Kereta pertama membawa pengantin putri Roro Kahiyang Ayu, di dalam kereta ini Kahiyang ditemani kakak iparnya Selvi Ananda. Sementara kereta kedua, membawa Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana Jokowi. Selanjutnya rombongan memasuki Graha Saba untuk segera menggelar akad nikah.

Di dalam gedung Graha Saba , acara dimulai dengan “pasrah tinampi”, dari keluarga Jokowi diwakili Widodo Prasetyo dan dari keluarga pengantin putra diwakili oleh Letjen Edi Rahmayadi. Selanjutnya, acara akad nikah digelar dengan khidmad. Akad nikah dipimpin oleh Kepala Kantor KUA Banjarsari H. Basyir, disampingnya Jokowi sebagai Wali Nikah didampingi saksi saksi . Yang istimewa para saksi adalah tokoh tokoh penting di Indonesia. Selain Wakil Presiden Jusuf Kalla, ada juga Ketua MUI KH Makruf Amin , Ketua PBNU KH Said Agil Siradj , Ketua Umum PP MUhammadiyah Haedar Nasir  dan  Buya Syafii Maarif.

Prosesi akad nikah berlangsung lancar dan khidmad, dan mencapai puncaknya ketika Jokowi mengucapkan akad nikah dan dijawab oleh Bobby Nasution. Sekitar pukul; 09.35 wib , H Basyir dari KUA Banjarsari menyatakan bahwa prosesi akad nikah sudah selesai dan dinyatakan syah.

Kekhidmatan prosesi akad nikah ini , juga dipantau oleh para relawan yang ikut ” Njagong ” dari luar gedung Graha Saba. Puluhan ibu ibu dari Batak misalnya , terus bernyanyi nyanyi sebagai wujud kesenegannya. beberapa lagu batak seperti alusia yang dinyanyikan dengan penuh semangat. Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution ini , menjadi perpaduan antar dua adat di Nusantara yaitu Suku Jawa dan Batak di Sumatera. “Saya bersyukur, bapak Jokowi mempunyai mantu orang Batak, sehingga kami bisa bangga,”ujar Ida Siregar, kepada poskita.co di depan Graha Saba. Ida Siregar dan puluhan rekannya datang ke pernikahan ini sebagai relawan dengan membawa bendera Solidaritas Merah Putih (Sosmep). (udi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *