Heru Sudjatmoko, MAPSI Jadi Benteng Pengaruh Negatif Teknologi Informasi

Spread the love

Sukoharjo, Poskita.co

Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi) ke-20 tingkat Provinsi Jawa Tengah digelar di Kabupaten Sukoharjo.  Melalui MAPSI anak bukan hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi saat membuka Lomba Mapsi.  Lomba MAPSI bagian dari evaluasi penerapan kurikulum dan keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (PAI). Para peserta diharapkan berani menampilkan seluruh potensi yang mereka miliki agar dapat mendorong peningkatan kualitas diri. PAI dimaksudkan untuk meningkatkan akhlaqul karimah dan memupuk ukhuwah islamiyah.

Berbagai jenis kategori yang dilombakan diharapkan mampu menumbuhkan budi pekerti dan keimanan, serta ketakwaan kepada Allah SWT.

“Lomba MAPSI dapat membentengi anak-anak sebagai generasi penerus dari pengaruh negatif dari perkembangan teknologi informasi, yang dapat dengan mudah diakses oleh anak-anak tanpa ada filter melalui gadget atau smartphone. Keimanan dan ketakwaan ini yang mampu menjadi filter bagi setiap informasi yang disuguhkan lewat internet. Anak-anak kita harus dibekali sejak dini tentang penggunaan internet secara bijak,” kata Heru Sudjatmoko.

Pendidikan agama di tingkat SD menjadi pondasi yang akan membangun kepribadian dan karakter anak-anak pada jenjang pendidikan selanjutnya,  bahkan di lingkungan masyarakat kelak. Karenanya pendidikan agama harus ditekankan kepada anak mengingat saat ini kenakalan remaja, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, peredaran narkoba, tingginya kriminalitas dan perilaku intoleran masih saja merongrong dunia pendidikan.

Pendidikan kepada anak-anak, merupakan tanggung jawab kolektif antara negara, masyarakat, sekolah, dan para orang tua. Tentunya komunikasi  kepada anak harus ditingkatkan agar dapat mengetahui dan memahami apa yang diinginkan oleh mereka.

Heru meminta para guru dan orang tua memotivasi anak-anak, mempelajari, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama. Sehingga mereka tidak hanya memiliki kecerdasan akademik tapi juga kepekaan sosial dan spiritual.

“Kepada seluruh peserta lomba, saya berpesan untuk menjunjung tinggi integritas atau kejujuran karena itulah martabat dari kompetisi. Sehingga kelak di kemudian hari di antara para peserta akan menjadi pemimpin yang berintegritas tinggi yang dapat menjalankan amanah yang diberikan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya meminta para peserta Lomba Mapsi mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka. Lomba itu tidak sekadar untuk mencari pemenang namun juga untuk penekanan dan pemahaman nilai keislaman.

Lomba Mapsi ke-20 Tingkat Jawa Tengah itu digelar selama tiga hari mulai 3-5 November 2017. Total peserta sebanyak 1.260 siswa putra dan putri Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta se-Jawa Tengah, masing-masing kabupaten/kota mengirim 36 orang siswa dan 13 orang pendamping. Total ada 16 cabang yang dilombakan di antaranya cerdas cermat, PAI, cerita islami, MTQ, kaligrafi, khitobah, azan, macapat, hingga teknologi.

Foto:IST

COSMAS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *