Cinta Moge Hadirkan Beribu Cinta

Spread the love

WONOGIRI (poskita,co) – Cinta mengalahkan segalanya. Itulah yang dirasakan Sriyanto (41), pecinta motor gede asal Dusun Dungsono RT 02 RW VI, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri.

Demi cintanya kepada motor gede (moge), ayah dua orang anak ini rela mengeluarkan Rp 350 juta untuk sebuah motor Harley Davidson 1600 cc tipe Heritage softail. Itu harga moge second yang saat ini nongkrong di rumahnya. Belum lagi pajak setiap tahun minimal Rp 3 juta.

Namun dari cinta moge ini, Sriyanto menemukan beribu cinta, yakni cinta sesama bikers maupun cinta kepada sesama manusia.

“Ada rasa tersendiri yang tidak bisa kita temukan dalam komunitas lain seperti arisan keluarga atau sejenisnya. Rasa ini tumbuh pada semua bikers atau pemotor, baik moge maupun motor jenis lain. Rasa cinta dilatari persaudaraan yang kuat tanpa memandang latar belakang seseorang, apa motornya dan berapa cc motornya,” ungkap Sriyanto, Kamis (2/11/2017).

Meski begitu, komunitas pemotor, khususnya moge, tak pernah lepas dari sorotan masyarakat. Mereka dianggap arogan dan menang sendiri. Untuk menepis ini, bikers moge se- eks Karesidenan Surakarta atau Solo Raya, memelopori keselamatan berlalu lintas melalui safety riding. Sebanyak 500 bikers moge Solo Raya masuk dalam wadah Forum Kerja Polisi Masyarakat (FKPM). Di FKPM Solo Raya ini, Sriyanto duduk sebagai Wakil Ketua.

Safety riding itu sepele tapi sering diabaikan,” kata alumni 1996 sebuah SMK di Kabupaten Sukoharjo, yang pulang kampung gara-gara kerusuhan Jakarta di awal reformasi itu.

Sriyanto yang akrab disapa Godo sesuai nama toko material miliknya itu menuturkan, safety riding meliputi kelengkapan sepeda motor harus SNI, serta mengecek semua lampu, ban dan lampu indikator sebelum berkendara.

“Sepele tapi sangat fatal akibatnya saat berlalu lintas,” ujar Sriyanto.

Lebih jauh, rasa persaudaraan di komunitas pemotor menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama. Sehingga para anggota FPKM Solo Raya mengumpulkan iuran yang disalurkan kepada warga miskin tiap tiga bulan. Diantaranya bantuan kepada anak-anak yatim, bedah rumah warga miskin, serta bantuan kepada supeltas atau orang mengistilahkan mereka “Pak Ogah”.

Tentang kiprah FPKM Wonogiri, Sriyanto selaku Ketua chapter Wonogiri mencoba mendekati semua komunitas pemotor. Mereka diajak bergabung dalam FPKM dan mendukung safety riding sebagai ciri khas pemotor Wonogiri.

“Ada 38 komunitas bikers berbagai jenis di Kabupaten Wonogiri. Anggotanya sekitar 800 orang. Mereka kami ajak menjadi pelopor safety riding untuk menepis kesan arogan, urakan, pembuat bising serta stempel negatif lain yang selama ini muncul di tengah masyarakat,” tandas Sriyanto. (w1di)

Foto caption:
Sriyanto di atas moge.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *