Sakit Hati Wisata Wonogiri Tak Dikenal Orang Bikin Novendra Juara Mbak Jateng

Spread the love

WONOGIRI (poskita.co) – Sakit hati gara-gara keindahan Wonogiri tidak dikenal orang-orang luar, Novendra Siviq Azani (18), warga Jl. Yudistira I, Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri ini nekad mengikuti seleksi Duta Wisata Wonogiri 2017.

“Hobi saya diving (menyelam) hingga sering bertemu sesama pecinta diving luar negeri. Suatu ketika saya ajak mereka diving ke Wonogiri. Tapi semua mengaku tidak tahu Wonogiri. Dari situ saya bertekad mempromosikan pariwisata Wonogiri,” tutur anak sulung pasangan M Iqbal Al Qhudusy dan Silvia Nuning SR itu saat ditemui di rumahnya, Minggu (29/10/2017).

Tekad menjadi “marketing” bagi pariwisata Wonogiri itu melekat kuat di benak Novendra. Sehingga meski belum pernah menekuni dunia modeling maupun kontes kecantikan lain, gadis yang fasih bahasa Inggris dari seringnya berkomunikasi dengan pecinta diving manca negara itu tercatat sebagai salah satu peserta ajang Duta Wisata Wonogiri.

Dalam ajang yang digelar di Wonogiri beberapa waktu lalu itu, Novendra keluar sebagai juara umum sekaligus juara favorit. Prestasinya tak berhenti di situ. Dia melangkah mewakili Wonogiri bersama juara I putra Duta Wisata Wonogiri, Tulus Irawan, dalam ajang Mbak dan Mas Jateng 2017 di Kabupaten Jepara, 26 Oktober lalu.

Hasilnya cukup membanggakan. Mahasiswi Fakultas Hukum sebuah universtas di Surakarta itu keluar sebagai juara harapan I atau juara IV, sekaligus juara favorit.

“Kami telah membangun komitmen dengan sesama peserta Duta Wisata Wonogiri untuk membawa potensi wisata Wonogiri mendunia,” ujar putri seorang perwira polisi itu.

Tentang belum “moncernya” berbagai destinasi wisata Wonogiri, salah satunya menurut Novendra, karena belum diterapkannya Sapta Pesona dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat Wonogiri.

“Pemerintah sebenarnya sudah berbuat cukup banyak. Tapi beberapa daerah warganya belum menerapkan Sapta Pesona dengan baik. Ini menjadi tugas kami untuk menyadarkan dan memotivasi agar masyarakat lebih peduli terhadap destinasi wisata,” jelas Novendra.

Lebih jauh, Novendra bersama para kontestan Duta Wisata Wonogiri menggagas program pembelajaran bahasa Inggris bagi warga di tempat wisata yang berpotensi menyedot wisatawan mancanegara. Salah satunya kampung wayang di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran.

“Kami melihat warga kampung wayang mengalami kesulitan Bahasa Inggris. Sehingga kami mengajukan diri menjadi relawan untuk mengajar bahasa Inggris kepada masyarakat,” ungkap gadis yang berniat masuk Akademi Kepolisian (Akpol) itu. (w1di)

Caption Foto:
Novendra saat jadi juara Mbak Jateng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *