Iman Ingin Kaum Disabilitas Kuasai IT

Spread the love

KARANGANYAR (poskita.co) – Era teknologi informasi dan komunikasi, saat ini, turut berperan menggeser paradigma kecacatan. Perkembangan teknologi yang begitu pesat, khususnya teknologi informasi, membuat pola kehidupan masyarakat juga semakin dinamis. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat itu, maka kata kuncinya adalah bagaimana menciptakan teknologi yang aksesibel bagi seluruh anggota masyarakat termasuk di dalamnya para difabel (Cak Fu). Di sinilah Iman Santoso ingin mengajak para difabel untuk ikut berkarya dan andil dalam hal teknologi informasi.

“Salah satunya bisa berupa pelatihan pengembangan/pembuatan website, melalui pelatihan ini disamping sebagai sarana pengembangan diri para difable bisa juga sebagai sarana untuk memperoleh penghasilan,” ungkap warga Jalan Perum Polri Gedongan Baru RT. 03 RW 10 Blok B9, Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (29/10/2017).

Pria kelahiran Magelang, 24 Pebruari 1979 ini mulai memberanikan diri terjun di bidang teknologi informasi dimulai tiga tahun silam. Berawal dari coba-coba mengerjakan situs portal dari sebuah teman, belajar coding, hingga menyeting website. Dengan ketekunan dan kesabaran, bapak putra satu ini pun mulai bisa menyelesaikan orderan temannya.

“Karena trial, gratis.  Ternyata saya bisa. Ini yang melegakan,” ungkapnya.

Singkat cerita penderita cacat kaki yang mampu menguasai komputer (Hardware & Software), desain grafis, administrasi keuangan dan akuntansi, berpengalaman di administrasi dokumen proyek, dan pengembangan web ini ingin berkontribusi lebih banyak lagi terjun di dunia web dan sejenisnya. Orderan dari sejumlah perusahaan, perorangan pun berdatangan. Meski merasa sebagai pemula, pria yang pernah mengenyam pendidikan di Indonesia timur ini tetap mengutamakan kualitas dibandingkan dengan nilai rupiah.

“Alhamdulillah, hasil tak akan melupakan kerja keras dan ketelatenan,” ungkap alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta Ekonomi Akuntansi 2002.

Iman mengungkapkan, para difabel seperti dirinya sangat membutuhkan perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah. Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan ini membuat kaumnya tidak bisa bekerja dengan mereka yang memiliki tubuh normal. Ia percaya banyak difabel di sana yang memiliki kemampuan melebihi dirinya. Sayangnya mereka jarang tersentuh dan diketahui orang banyak. (theo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *