Daging Ayam Jatah Peserta Workshop Diduga Mengandung Bakteri

Spread the love

WONOGIRI (poskita.co ) – Kasus keracunan yang menimpa ratusan guru PAUD dan TK peserta Workshop Kiat Sukses menjadi Guru Smart se-Kabupaten Wonogiri di Gedung PGRI Wonogiri, diduga akibat bakteri dalam daging ayang yang dikonsumsi peserta. Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Supriyo Heryanto, menduga biang keladi keracunan massal dalam workshop guru PAUD dan TK se-Kabupaten Wonogiri itu adalah bakteri dalam daging ayam. Supriyo mengatakan, dugaan ini berdasarkan hasil investigasi tim DKK terhadap peserta workshop asal Kecamatan Ngadirojo dan Sidoharjo.

“Dari investigasi kami terhadap peserta dari Kecamatan Ngadirojo dan Sidoharjo, mereka semua makan daging ayam,” jelas Supriyo, Selasa (24/10/2017).

Namun sebelum hasil tes laborat keluar, Supriyo belum berani memastikan penyebab keracunan. Dia hanya menduga akibat bakteri dalam makanan. Mengingat masa inkubasi lebih dari enam jam.

“Dampak keracunan baru terlihat setelah lebih dari enam jam, yaitu pada Senin malam. Masa inkubasi yang cukup lama ini biasanya diakibatkan bakteri,” jelas dia.

Kemunculan bakteri karena berbagai faktor. Diantaranya karena makanan dipersiapkan terlalu lama sebelum dikonsumi dan karena kurang terjaganya kebersihan tempat maupun saat pengolahan.

“Pihak catering mungkin sudah cukup lama mempersiapkan makanan sebelum diberikan kepada para peserta. Sebab pesanannya mencapai 600 orang, tapi bisa juga karena tempat. Peralatan maupun pengolahannya kurang bersih,” tandas Supriyo.

Di lain pihak, kasus keracunan massal sering terjadi di wilayah kabupaten Wonogiri, khususnya di tempat hajatan. Hal itu karena yang punya hajat mempersiapkan makanan beberapa hari sebelum hari H agar tidak terlalu repot.

“Hampir tiap tahun terjadi keracunan massal di Wonogiri. Tapi peristiwanya jarang terekspos media massa. Umumnya keracunan akibat bakteri dalam masakan orang yang punya hajat,” ucap Kabid P2PL itu. (W1di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *