Tutup Suran, Pagelaran Wayang Kulit Wujud Puji Syukur Warga Pengging

Spread the love

BOYOLALI (poskita.co) – Pagelaran wayang kulit dengan lakon Sekar Panca Wiguna dengan Dalang Ki Bogong Darmono menjadi penutup acara Suran di Desa Pengging, Banyudono, Boyolali, Jumat (20/10/2017). Puluhan ribu warga Banyudono, sekitarnya pada berduyun-duyun ke Pasar Pengging untuk melihat pegelaran wayang.

Guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas panitia harus menutup jalan utama Pengging dan mengalihkan arus lalu lintas ke timur pasar. Salah satu panitia kegiatan, Muh Irsyam, warga sangat antusias dengan kegiatan seni budaya sebagai penutup sura di Pengging.

“Pada siang hari ada kirab, dangdut, bazar, dan kegiatan doa bersama. Malam harinya ditutup dengan pementasan wayang kulit,” terangnya.

Makna dari pagelaran wayang ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan karena aktivitas di Umbul Pengging selama setahun berjalan lancar.

“Selama setahun kegiatan ritual kungkum di Umbul Pengging dan aktivitas pariwisata berjalan lancar dan aman. Semoga ke depan juga seperti ini,” imbuhnya.

Tokoh yang dituakan di Pengging ini mengungkapkan, tradisi ritual kungkum merupakan tradisi yang berabad-abad digelar dan turun temurun hingga sekarang.

“Siapa saja yang melaksanakan ikhtiar di umbul ini bisa terkabulkan cita-citanya,” katanya.

Lurah Pengging, Teguh Rahayu berharap, Umbul Pengging yang juga sumber air  ini terus menjadi urat nadi penopang perekonomian. (theo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *