Kerangkeng Jadi Langkah Final Untuk Penderita Sakit Jiwa

Spread the love

WONOGIRI (pokita.co) – Kades Ploso, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Suprapto, tidak menepis tentang masih berkembangnya kepercayaan masyarakatnya tentang hal-hal mistis  yang berakibat sakit jiwa.

“Bisa dikatakan begitu (masyarakat percaya mistis- red). Dan kebetulan beberapa tahun lalu, Ny. Mikem tidak sembuh setelah mendapat perawatan medis,” ujar Suprapto, Kamis (19/10).

Lebih jauh, Suprapto akan membuat bangunan permanen untuk mengurung Ny. Mikem. Langkah itu dianggap sebagai solusi terbaik jika pihak keluarga tetap menolak bantuan pemerintah membawa Ny. Mikem berobat ke rumah sakit jiwa.

“Kalau keluarga tetap menolak, kami akan membuat bangunan permanen untuk mengurung Ny. Mikem. Itu agar Ny. Mikem tidak perlu dirantai lagi,” tandas Suprapto.

Kesulitan serupa dihadapi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri. Karyawan Puskesmas Purwantoro bagian kesehatan jiwa, Budi Haryanto, mengatakan, dia telah berulangkali mendatangi keluarga Suparman (penderita sakt jiwa di Dusun Kepuh), agar mengijinkan evakuasi Suparman ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Namun dia dan teman-temanya dari Puskesmas Purwantoro harus pulang dengan tangan kosong.

“Jawabannya hanya penolakan. Bahkan keluarganya menantang akan mengangkat guru pada siapapun yang bisa menyembuhkan Pak Parman. Akhirnya kami hanya bisa melakukan rawat jalan dengan mengunjungi dan memberi obat. Sayang obat itu sepertinya juga tidak ada yang dikonsumsi hingga kondisi Pak Parman tidak pernah membaik.” jelas Budi.

Menghadapi kerasnya penolakan masyarakat yang menganggap hal ghoib menjadi penyebab sakit jiwa, Budi akan berkoordinasi dengan aparat pemerintah desa setempat.

“Seperti halnya Ny. Mikem, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membuatkan kerangkeng bagi Pak Parman. Hal itu menurut kami lebih manusiawi dibandingkan merantai kaki,” tandas Budi. (w1di)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *