Warga Pluneng, Sabtu Siang Syukuran Banyu di Umbul Tirtomulyono

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Kirab Budaya Syukuran Banyu tahun 2017 di umbul Tirtomulyana, Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten, akan digelar Sabtu depan, 14 Oktober 2017, pukul 13.00 WIB . Segenap elemen masyarakat akan turun ke jalan meraimaikan kirab dengan star dari depan balai desa Pluneng menuju umbul Tirtomulyono yang berjarak sekitar 400 meter.

Sebelumnya, telah dilakukan bersih-bersih sungai yang ada di sekitar Desa Pluneng dengan membersihkan kotoran sampah yang ada, Minggu pagi, 8 Oktober 2017. Selain bersih-bersih sampah, juga membersihkan umbul yang ada di wilayah Desa Pluneng, seperti umbul Tirtomulyono dan Tirtomulyani.

Camat Kebonarum Joko Purwanto membenarkan adanya agenda warga Desa Pluneng terkait Kirab Budaya Syukuran Banyu ini. Warga dengan mengenakan adat kejawen, ada penari yang membawa kendil untuk diisi air, juga ada berbagai atraksi lainnya yang unik dan menarik. Setelah aneka hasil bumi, aneka nasi tumpeng, buah dikirab dan didoakan, warga akan berebut di umbul Tirtomulyono.

“Selain bisa dijadikan tradisi ritual tahunan di bulan Muharram atau bulan Suro, kirab syukuran banyu ini bisa membuat warga luar desa pada berdatangan dan menyaksikan gelaran busaya ini. Dan nanti di Sabtu malamnya ada gelaran wayang kulit semalam suntuk di balai desa Pluneng. Kebetulan wilayah Kecamatan Kebonarum ini banyak umbul dan keyakinan warga di sini, juga bisa untuk penyembuhan atau kesehatan badan,” ungkap Joko.

Dalang Ki Tomo Pandoyo dari Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten, yang akan tampil dalam syukuran banyu ini akan melakonkan cerita Semar Kembar Papat atau Wahyu Tirto Mulyo Sejati. Kepala Desa (Kades) Pluneng, Wahyudi, telah mengkoordinasikan segenap potensi yang ada demi suksesnya acara nantinya.

“Termasuk persiapan warga yang akan ciblon sebagai tanda syukuran banyu dimulai dengan irama yang menarik didengar. Ada 5 atau 6 warga yang turun ke umbul untuk ciblon. Kita bersyukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan adanya umbul yang ada di desa Pluneng yang tak pernah kering, desa ini semakin makmur dan hasil pertanian juga melimpah. Warga Pluneng ini juga gumbregah bangun desa,” jelas Wahyudi.  (aha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *