Jokowi: KIP Tidak Boleh untuk Beli Pulsa

Spread the love

Semarang, Poskita.co

Kartu Indonesia Pintar (KIP)  dan Program Keluarga Harapan dibagikan di Semarang.   KIP tidak boleh untuk beli pulsa, hanya untuk keperluan pendidikan.

 

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo menyerahkan 1500 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1000 penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Penyerahan ini dilakukan di SMAN 1 Kota Semarang pada Senin, (9/10/18).

Kepada penerima PKH, Presiden mengatakan bahwa dana yang tersedia pada kartu PKH ini adalah Rp1,89 juta. “Tahu semuanya? Diambil tiga kali, sisanya bisa diambil bulan November,” ucap Presiden.

Dana yang ada di PKH hanya boleh digunakan untuk keperluan gizi dan pendidikan anak-anak. “Beli rokok boleh? Tidak boleh,” ujar Kepala Negara.

Sementara itu, Presiden mengingatkan kepada penerima KIP bahwa anggaran yang ada hanya digunakan untuk keperluan pendidikan, seperti membeli buku, tas, seragam.

“Untuk beli pulsa boleh enggak? Siapa yang bilang boleh? Tidak boleh. Hanya untuk keperluan pendidikan anak-anakku semuanya,” tuturnya.

Besaran bantuan yang didapatkan para pelajar penerima bantuan ialah sebesar Rp450 ribu per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp750 ribu bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp1 juta bagi pelajar SMA atau SMK.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, demikian pers release yang diterima Poskita.co dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

COSMAS SABDO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *