Tragedi Las Vegas, 50 Tewas, 200 Terluka

Spread the love

Las Vegas, Poskita.co – Teror paling memilukan terjadi di Las Vegas, Amerika Serikat. Kabar terbaru yang dilansir laman New York Times, menyebutkan, sudah ada 50 korban tewas dan 200 orang terluka dalam kejadian ini.

Peristiwa aksi penembakan di tengah konser musik di Mandalay Bay, menjadi salah satu kasus penembakan massal dengan jumlah korban terbesar yang terjadi dalam sejarah AS.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial menggambarkan ribuan orang yang sebelumnya menikmati suguhan musik, tunggang langgang menyelamat diri. Dalam rekaman video juga terdengar rentetan suara tembakan pertama di tengah ingar-bingar musik.

Saat serangan terjadi penyanyi country Jason Aldean sedang berada di atas panggung untuk memeriahkan konser Route 91 Harvest Festival. Acara itu merupakan perhelatan musik tiga hari yang terganggu akibat serangan senjata otomatis.

Sesaat kemudian, suara musik terhenti. Semua terdiam sambil memasang telinga untuk memastikan suara apa yang baru saja terdengar. Ketika itu, suara tembakan sedang tak terdengar. Seorang saksi mata menduga, pelaku sedang mengisi amunisi.

Sebab, tak berapa lama berselang, rentetan suara senapan mesin seperti yang kerap terdengar di film-film laga kembali terdengar.

“Turun, turun,” teriak para penonton saat menyadari ada suara tembakan.
Tim khusus SWAT Las Vegas yang tiba di lokasi langsung melakukan tindakan cepat. Mereka menembak mati pelaku penyerangan itu.

Laporan pertama menyebutkan suara tembakan pertama kali terdengar pukul 22.08. Sesaat kemudian, Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas melaporkan bahwa satu tersangka sudah dilumpuhkan.

Polisi meyakini tak ada lagi pelaku serangan lain dalam peristiwa ini. Polisi juga sedang memburu seorang wanita bernama Marilou Danley yang diketahui menjadi teman seperjalanan pelaku.

Disebutkan, Danley adalah wanita Asia, bertinggi badan sekitar 150 cm, dengan berat badan 50 kilogram.

“Kami belum menemukannya saat ini, kami ingin untuk berbicara dengannya,” kata Sherif Las Vegas Joseph Lombardo, dilansir Kompas.com dari New York Times.
VERO SETYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *