Kantongi Dispensasi Belajar, Siswa Berprestasi Siap Harumkan Nama Sekolah

Spread the love

BOYOLALI (poskita.co) – Usai pihak sekolah memberikan dispensasi belajar, kemudahan mengikuti latihan dan kejuaraan, serta kemudahan-kemudahan lainnya bagi siswa berpresasti di bidang olaharga. Kini giliran 30-an pelajar bertekad menjawab dukungan sekolah itu dengan meningkatkan prestasi di bidang olahraga. Siswa yakin dengan mendapatkan prestasi tinggi, maka nama sekolahan, daerah asal, dan orang tua bakal terangkat.

Muhammad Raka AW, siswa X IPS2 mengaku terpompa semangatnya untuk berprestasi lebih tinggi lagi karena ada dukungan penuh dari sekolah yang memberikan keleluasaan mengikuti setiap latihan dan kejuaraan sangat diperlukan.
“Izin sekolah ini amat penting karena konsentrasi kami tidak pecah saat latihan dan ikut lomba,” terang penjaga gawang utama Persis Junior ini.

Penggemar Kesebelasan Juventus (Itali) ini meminta doa kiprahnya terus naik, bahkan sampai ajang sepak bola nasional. “Saya bersemangat menekuni olahraga ini setelah orang tua dan sekolah mendukung penuh,” katanya, Minggu (1/10/2017).

Nawang Sari Widita siswi XII MIPA I menyampaikan, syarat menjadi atlet olahraga yang baik ada memiliki skil tinggi dan tentunya berpendidikan. Oleh karenanya dukungan sekolah dan orang tua selalu diharapnya agar memacu dirinya dan teman sesama atlet terus unjuk gigi. “Dukung sekolah dan orang tua harus dibalas dengan prestasi tinggi,” kata peraih juara III kejuaraan karate ASEAN 2016 ini.

Kasek SMAN 1 Banyudono Suyanta menjelaskan, atlet berprestasi di bidang olahraga memang diberikan dispensasi khusus, karea mereka membutuhkan waktu untuk berlatih dan berlomba. “Siswa senang dikasih dispensasi belajar, karena bisa latihan dan ikut lomba secara bebas. Mereka mencoba membalas kepercayaan sekolah dengan mempersembahkan prestasi tertinggi,” kata Suyanta.

Dikatakan, meski para atlet telah kantongi dispensasi, pihaknya minta mereka tetap komit dalam menuntut ilmu. “Tapi setelah aktif dan berprestasi di bidang olahraga jangan sampai sekolah. Mereka tetap lulus sekolah agar tetap memiliki ilmu dan pengetahuan,” imbuh Suyanta. (theo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *