Mahasiswa Televisi dan Film ISI Surakarta Dikenalkan Estetika Seni Media Baru: Video Art dan Video Mapping

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Seni media baru merupakan salah satu ranah perkembangan seni kontemporer yang berkembang dalam era seni Pascamodern dan Avant-garde. Secara kronologis kemunculan seni media baru ini tak lepas dari berkembangnya berbagai perangkat teknologi digital yang direspon sebagai medium karya seni yang memberikan efek multiplikasi tidak hanya obyek namun pada akhirnya juga makna. Genre seni ini menjadi materi kuliah umum Prodi. Televisi dan Film ISI Surakarta dengan tajuk “Menelisik Estetika Seni Media Baru Melalui Video Art dan Video Mapping”, di gedung Sungging Prabangkara, Kamis (28/9).

Tujuan kegiatan ini menurut Kaprodi. Televisi dan Film ISI Surakarta, Titus Supono Aji sebagai wadah pengenalan seni media baru pada mahasiswanya. Supaya wawasan mahasiswa terbuka pada kecenderungan bentuk-bentuk seni kontemporer dimana telah meloncat dari penggunaan medium konvensional. Secara detil, Titus Aji menjelaskan.

“Seni media baru bersifat hiperteks dan berbentuk multimedia yaitu menggabungkan perangkat visual digital, grafika komputer, animasi komputer, seni virtual, seni interaktif, permainan video, hingga percetakan 3 dimensi, dengan melibatkan penggunaan perangkat komputer dan medium elektronik digital sebagai mediumnya, sehingga memberikan penegasan pada patron hibridasi antara seni-seni lama dan teknologi berbasis waktu,” jelasnya.

Kuliah umum ini, menghadirkan dua praktisi seni sebagai pembicara, Krisna Murti seorang seniman dan perintis Video Art, bersama Dhimas Aryo praktisi Video Mapping.  Menurut Krisnamurti, video art atau seni video adalah seni gambar bergerak yang berbasis waktu. Sebagai media baru ia adalah hibrida. Perkawinan senirupa dengan teknologi media video. Pada kesempatan yang sama, Dhimas Aryo menjelaskan tentang video mapping.

“Video mapping adalah hibrida material video yang biasanya tematik dengan teknologi proyektor yang diciptakan sebagai alat bantu untuk presentasi di bidang datardengan sentuhan estetis diperluas fungsinya sehingga dapat diterapkan pada bidang-bindang lain sehingga mempunyai ilusi optical,” jelas Dhimas. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *