Mengapa Peziarah Kemukus Nekat Minum Air Bilasan Selambu? Ini Jawabannya

Spread the love

SRAGEN (poskita.co) – Ritual pulunglangse setiap bulan Suro di Gunung Kemukus, Sragen disesaki para pengunjung, Kamis siang (21/9). Mereka rela berdesak-desakan untuk bisa mendapatkan air cucian kain selambu makam Pangeran Samudro. Lantaran dipercaya air cucian itu akan mendapatkan berkah. Tak heran pengunjung yang berniat ziarah pun tidak hanya dari warga sekitar. Namun sebagian dari beberapa kota di Indonesia seperti dari Kudus, Ponorogo, Lamongan, Jakarta, bahkan dari Sumatra. Sebagian besar peziarah mengharapkan berkah dari ritual ini.

Para peziarah yang berasal dari luar Sragen ada yang baru mencoba untuk pertama kalinya. Namun ada pula yang sudah beberapa kali, lantaran merasa hasil air cucian selambu makam Pangeran Samudro terbukti manjur mendatangkan berkah.

Ritual berjalan seperti biasa, setelah dilepas dari makam, di kegiatan penyucian diawali dengan membawa air kembang, selambu, dan kain mori serta sejumlah ubo rampe berupa sesaji. Iringan menuju kedung uter yang bermuara di Waduk Kedung Ombo. Jarak lokasi sekitar 500 meter dan dengan menyusuri anak tangga.

Begitu selesai air bekas celupan tadi akan menjadi rebutan warga. Mereka berebut air cucian dengan penuh semangat. Beberapa membawa botol jerigen dan sebagainya. Bahkan ada yang cuci muka dan minum air itu. Termasuk ada pula yang berusaha membawa kain selambu.

Salah satunya Sumiyati, peziarah asal Jakarta yang mencoba peruntungan ngalap berkah dengan berharap mendapat berkah dari sisa air cucian. Dia menyampaikan dengan menggunakan air tersebut dagangan bubur ayamnya di Jakarta sana semakin laris.

”Tahu ini dari mulut ke mulut, baru pertama kali kesini, ya mencoba melihat kegiatannya,” ujarnya.

Sementara Haji Heli, warga Lamongan yang membuka usaha rumah makan mengaku sudah kedua kalinya ke Gunung Kemukus. Pihaknya tidak menampik bahwa air bekas jamasan ini memang manjur.

”Kalau ini air saya campurkan ke masakan saat dimasak, sekarang terus ramai pengunjung,” tandasnya.

Sementara terkait ritual ini, M. Suparno, selaku penanggung jawab wisata Gunung Kemukus menyampaikan inti ziarah ini, dia menyampaikan menguatkan niat memohon kepada Tuhan dalam berdoa. Dengan berdoa kepada Tuhan, akan mendapatkan imbalan atas apa yang diharapkan.

Dia menjelaskan ada 12 kain selambu dan ada 6 kain selambu yang ada di Sendang. Dia menyampaikan setelah pembilasan akan di jemur, jika menyampaikan sebelum dipasang akan dijemur terlebih dahulu.

Parno mengakui kerap hilang kain selambu saat ritual. Pada kali ini satu selambu hilang dibawa pengunjung. Namun tidak lama biasanya yang membawa akan mengembalikan kain tersebut.

”Pengunjung tahunya selambu boleh diambil, padahal tradisinya rebutan airnya saja. Tapi kami percaya 100 persen bakal dikembalikan, tahun sebelumnya juga dikembalikan karena mungkin yang bawa mendapat firasat yang tidak baik,” ungkapnya. (cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *