SMAN 1 Banyudono Paling Siap Laksanakan E-voting

Spread the love
BOYOLALI (poskita.co) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Boyolali menilai siswa-siswi SMAN 1 Banyudono telah siap melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) dengan penerapan E-voting. Kesimpulan itu diambil setelah perwakilan KPU melihat dari dekat pelaksanaan pemilihan ketua OSIS yang diselenggarakan, Rabu (20/9/2017) pagi.
 
Anggota KPUD Boyolali Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Pargito mengungkapkan, dari beberapa SMA/SMK yang sudah didatangi untuk dimonitoring secara langsung, baru SMA di Banyudono yang menggunakan e-voting.
 
“Dari monitoring kami ke SMAN 1 Banyudono, kami melihat proses pemilihan ketua OSIS di sana sudah bagus, panitianya bagus, pemilihnya bagus, kandidatnya juga bagus, semua kelihatan bersemangat,” katanya.
 
Pargito menyampaikan kesiapan sekolah-sekolah dalam penyelenggaraan E-voting ini akan dinilai. Karena lembaga penyelenggara pemilu sedang menggelar lomba terkat kesiapan sekolah menyambut pemilu elektronik. Penilaian sekolah yang menjadi kandidat juara adalah hasil monitoring lapangan. Lalu administrasi dan pendokumentasiannya selama digelar E-voting.
 
“Itu bagian dari rangkaian kegiatan lomba pemilihan ketua OSIS SMA/SMK se-Kabupaten Boyolali. Oleh karenanya KPUD Boyolali mengadakan monitoring ke SMAN 1 Banyudono terkait kegiatan E-voting pemilihan ketua OSIS,” imbuhnya.
 
Lebih lanjut Pargito menambahkan, tahapan-tahapan pemilihan ketua OSIS itu dilakukan secara benar, sehingga bisa menjadi bekal bagi para siswa jika mereka sudah lulus sekolah. Terlebih Undang-undang No 7 tahun 2017 menyebutkan, umur 17 tahun dan ijasah minimal SLTA itu bisa menjadi badan penyelenggara ad hock untuk pemilu.
 
“Semoga menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, sehingga Pemilu ke depan lebih baik, baik dari sisi penyelenggaranya, baik dari sisi kandidatnya, dan baik juga dari sisi pemilihnya,” terangnya.
 
Kasek SMAN 1 Banyudono Suyanta mengimbuhkan, KPUD Boyolali hadir ke sekolahnya untuk memberikan pengarahan kepada calon dan panitia sebelum e-pemilu dilaksanakan.
 
Adapun hasil dari Pemilihan Umum berbasis elektronik itu, pasangan M Faisal Tri Pamungkas – Krisnanto Wahyu N mengumpulkan suara terbanyak yakni 322 suara, disusul Vanya Maura Marshanda – Firza Ilham P 289 suara dan Deviana Rizki SP – Dhinar Rylau P 107 suara. Faisal mewakili kelompok paskib dan ekstra rohis. Jumlah pemilih 772 suara, suara sah 719, tidak sah 53 suara karena peserta ngeklik pada pilihan tidak pas,” terangnya. (theo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *