Baluwarti Fair, Menuju Kampung Wisata

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Walau masih belia, anak-anak sangat sukses membawakan drama kontemporer lakon Cindelaras, oleh Sanggar Seni Edi Peni. Hebatnya lagi, semua didukung anak-anak mulai dari musik hingga pemain.

Sebelumnya, pertunjukan Tari Gambyong Pareanom dibawakan Nafa Ayuninggar dan Rossiana Annisa. Ada juga Beksan Cakil yang sangat memikat penonton, panembrama lagu keroncong oleh ibu-ibu PKK Carangan, hingga Cah Band.

Baluwarti Fair 2017 merupakan kegiatan tahunan yang ke-4. Harapannya, ke depan Baluwarti segera menjadi kampung/desa wisata. Potensi kuliner dan seni budaya digelar selama 4 hari.

Romel Ibrahim, Ketua Panitia Baluwarti Fair menyatakan tema yang diangkat yaitu promosi, seni dan kreasi.

“Sasaran utama agar generasi muda mendapat dampak positif, dimana saat ini banyak pengaruh negatif. Makanya, seni ditonjolkan untuk berekspresi, semua potensi di Baluwarti ditampilkan,” kata Romel kepada Poskita.co.

Ditambahkan, perwakilan seluruh RW yang berjumlah 12 diundang semua. RW IX memang menjadi motor penggerak, harapannya RW lainnya tergugah untuk membuat acara serupa.

Ketua RW IX, M Irham Setiyanto mengungkapkan potensi Baluwarti di bidang seni budaya sangat beragam, mulai dari sanggar seni, sanggar tari, kuliner, grup band, ketoprak, drama kontemporer, girl band, dan sebagainya.

“Baluwarti merupakan satu-satunya kelurahan/desa yang paling banyak bergerak di bidang seni budaya. Kami berharap agar Baluwarti segera terwujud menjadi Desa Wisata,” ujar M Irham.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, dalam sambutannya yang dibacakan Kabag pemerintahan kota Solo H Pramono, menyatakan budaya adiluhung harus dilestarikan. Melestarikan budaya penting sebagai pendukung pariwisata.

“Melestarikan budaya sebagai tanggung jawab moral kepada leluhur kita,” kata FX Hadi Rudyatmo.

Hadir dalam acara pembukaannya di antaranya Kepala Desa Baluwarti, pejabat Pemkot Surakarta mewakili Wali kota Solo, Putra-putri Solo yaitu Dani Putra Solo dan Anggia Putri Solo, serta tamu undangan. Sementara ratusan orang berjubel menonton pentas seni dan sekaligus mencicipi puluhan stand kulinier. (cosmas sabdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *