Ratusan Warga Desa Wiro Boyong Pendapa Soko Wolu Berusia 62 Tahun

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Ratusan warga Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, antusias meramaikan acara mengarak pendapa limasan soko wolu balai desa Wiro dengan menempuh jarak 500-an meter, Senin pagi, 18 September 2017.

Balai desa Wiro yang semula berada di dukuh Mandungan utara lapangan Desa Wiro, dipindah ke sisi selatan tepatnya di dukuh/desa Wiro pasca tragedi pemberontakan G30S/PKI. Pendapa limasan soko wolu ini masih tetap berada di Mandungan selama 62 tahun. Setelah balai desa Wiro yang baru sudah siap pondasi pendapanya, akhirnya Senin legi (18/9), pukul 07.45 WIB, pendapa soko wolu diboyong ke kantor desa yang baru.

Setidaknya ada 300-an warga turut bergotongroyong memindahkan pendapa limasan soko wolu dari Mandungan ke Wiro dengan tradisi adat jawa. Paling depan terdiri para tokoh masyarakat dengan pakaian beskapan dan kebaya. Ubo rampe nasi tumpeng dan lengkap ingkung ayam jagonya ditandu pada pemuda setempat.

“Juga diramaikan pentas seni reog Tri Brata Muda Desa Wiro dan anak-anak SD-SMP juga ikut arak-arakan dengan tampil jathilan usai arak-arakan di SDN 1 Wiro. Warga benar-benar guyup, bahu membahu mendukung pemindahan pendapa limasan soko wolu ini sejauh 700 meter,” jelas Supriyadi, tokoh desa setempat.

Sekitar 150 orang dilibatkan dalam mengusung atau membawa pendapa limasan soko wolu yang akan dipasang di depan balai desa Wiro. Setiap melangkah 10 meteran, warga dengan dikomando berhenti sebentar dan melanjutkan lagi memanggulnya dengan bernyanyi “Holobis kontul baris”.

Kepala Desa Wiro Agus Riyadi bersama perangkat desa, BPD, ibu-ibu TP PKK Desa Wiro, Karang Taruna, Linmas, dan elemen lainnya, juga turut dalam arak-arakan ini dengan mengenakan baju adat kejawen.

“Kita ikuti tradisi adat jawa dalam arak-arakan pemindahan pendapa limasan soko wolu dari kantor desa lama di Mandungan dan dipindah ke balai desa Wiro ini. Pendapa ini sudah lama sekali, dulu warga Jeto, Desa Gaden tahun 1954 jual pendapa ini dan akhirnya dibeli tahun 1955 dengan dijadikan pendapa Desa Mandungan,” ujar Kades Riyadi. (aha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *