Tiga Jamaah Wafat di Pesawat, 14 Orang Dirawat di Rumah Sakit

Spread the love

BOYOLALI (poskita.co) – Satu lagi jamaah wafat di atas pesawat atas nama Sri Sulastri (51), alamat Temulawak RT 09/38 Triharjo Sleman, karena serangan jantung. Almarhumah wafat saat pesawat yang ditumpanginya mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Sabtu, 16 September 2017, pukul 04.10. Sehingga total jamaah SOC yang wafat sampai kemarin sebanyak 77 orang, 73 dari Jateng dan empat dari DIY.

Sementara itu, Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Makkah, menyebutkan, sebanyak 14 jamaah SOC harus mendapatkan perawatan baik di rumah sakit Arab Saudi (RSIA) maupun di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Tujuh jamaah asal Jateng yang dirawat di RSIA adalah Masdar Asngari (75), kloter 4 Banyumas, Muslim Alwan (71), kloter 33 Klaten, Sukeni Harun (73), kloter 6 Tegal, Mahbub Rohani (78), kloter 10 Pemalang, Wartini Madijo (64), kloter 11 Kebumen, Astohar Sahari (61), kloter 17 Grobogan serta Kamariyah Karsiman (80) kloter 20 Kendal. Tiga jamaah DIY yang dirawat adalah Sukamto Sumo Dimejo (79), kloter 29 Bantul, Siswo Suwito (82), kloter 23 Gunungkidul, dan Sutrisno Broto Wiharjo (57), kloter 27 Sleman.
Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Afief Mundzir mengatakan, ke-14 jamaah harus mendapatkan perawatan intensif karena sakit. Panitia haji di Arab Saudi mengurus jamaah-jamaah Indonesia khususnya SOC hingga sembuh.

“Setelah sembuh dipulangkan lagi ke Tan di Tanah Air. Biaya jamaah sakit ditanggung Pemerintah Arab Saudi,” kata dia.
Adapun jamaah yang dirawat di RSUD Moewardi Surakarta sebanyak empat orang. Afief mengatakan, jamaah ini harus dirujuk ke RS karena sakit saat pesawatnya mendarat di Bandara Adi Soemarmo Solo. “Mereka adalah Isro Issurur (65), kloter 9 Batang, Muhtadjab Hamzah (77), kloter 16 Semarang, Muhammad Wilfan (51), kloter 24 DIY, dan Kamidah Subari (59), kloter 76 Kendal.”

Petugas senior PPIH Debarkasi Solo, Ahmad Su’aidi menjelaskan, ibadah haji menguras tenaga jamaah. “Di tanah Suci jamaah habis-habisan menunaikan rukun haji hingga banyak yang sakit dan bahkan wafat,” katanya. (theo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *