Hadirkan Turis, English Camp Ajarkan Anak Berbahasa Asing

Spread the love

BOYOLALI (poskita.co) – Sejak dua atau tiga bulan terakhir, Pringgondani Outbound and Training Sambi, Boyolali menggelar aktivitas program english camp. Kegiatan yang bertujuan mengajarkan anak/pelajar/mahasiswa fasih berbahasa Inggris ini diikuti puluhan peserta terdiri atas pelajar berbagai sekolah di Boyolali dan Solo sekitarnya.

Kamp berbahasa Inggris ini dikemas dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti game (permainan point ball), petualangan alam,dan pelatihan yang akan memberikan pengalaman seru bagi pesertanya.

Contohnya saja, peserta diajak ngobrol dengan native speaker. Keterlibatan native speaker yang diprakarsai oleh pengelola, ternyata memberikan wawasan, tantangan, dan pengalaman baru.

Koordinator Pringgondani Outbound and Training, Warsito menjelaskan, pelatihan berbahasa Inggris yang dikemas dalam sebuah kamp ini terbilang baru dan ternyata diminati para pelajar. Para peserta rata-rata mengaku senang dengan pengalaman baru yang diterimanya.

“(Program English Camp-red) sejak digelar dua bulan yang lalu. Semakin hari semakin banyak siswa/siswi SMA/SMK/mahasiswa se-Solo raya  yang ikut, setelah tahu dari anak-anak yang lebih dulu hadir dan berkomunikasi dengan native speaker,” bebernya.

Jadwal pelatihan yang dihelat setiap akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu tentu saja tidak akan mengganggu aktivitas tugas pelajar/mahasiswa yakni belajar di sekolah dan kampus.

Kendati demikian, staf pengajar SMK swasta di Karanganyar ini menegaskan, kamp ini dibuka juga untuk menyalurkan bakat dan keinginan anak-anak muda untuk menguasai bahasa asing.

“Prinsipnya adalah bisa bicara dengan bahasa Inggris dengan  mudah, cepat menguasai materi dan fasih, tapi tetap menyenangkan,” jelasnya.

Dikatakan, lokasi camp pelatihan yang terpencil dan jauh dari hiruk pikuk perkotaaan menambah afdal suasana pelatihan. Apalagi turis dari Eropa, Amerika, Australia, dan Asia yang datang ke desa itu berkenan diajak berbincang-bincang dalam forum diskusi.

Salah satu peserta pelatihan Ahmad Ibnu dari Solo mengaku senang telah bergabung dengan sistem english camp di Pringgondani.

“Kamp bahasa Inggris tidak hanya belajar bahasa asing tapi juga diajarkan mencintai alam, jadi seru bisa ikut,” ungkapnya. (theo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *