Satria Nusantara Solo Tetap Eksis

Spread the love

KARANGANYAR (Poskita) – Perkiraan sejumlah kalangan pecinta  olahraga yang menilai seni pernafasan  Satria Nusantara ( SN ) sudah mati ternyata tidak terbukti. Hal itu dibuktikan terselenggaranya acara latihan Gabungan Satria Nusantara Surakarta dan  Purwokerto di area halaman tempat  wisata Air Terjun Gorjogan Sewu Tawangmangu, Karanganyar Jawa Tengah  hari Minggu  tanggal 10 September 2017.

Setidaknya ada 70 peserta yang mengikuti latihan gabungan berlanjut  evaluasi  kenaikan tingkat yang diuji langsung oleh  pelatih pusat Yogyakarta Dwi Bono.

Olah raga Seni Pernasafan Satria Nusantara bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan manusia melalui tiga pendekatan yakni sistem gerak jurus, olah pernafasan dan olah konsentrasi.

Dihadapan peserta latgab yang umumnya kalangan yang sudah berumur Dwi Bono menegaskan pentingnya menjaga stamina derajat kesehatan dengan tetap bersyukur atas anugerah yang di berikan Sang Maha Kuasa Tuhan Yang Maha Esa. “Setiap gerak jurus yang di buat harus mantap dan kuat serta selalu bersandar pada Kekuasaan Tuhan. Kalo setiap jurus dilakukan dengan mantap yakin benar, badan ini akan jauh dari serangan penyakit,”ucap Dwi Bono (10/9).

Menurut Kepala Bidang Pelatihan SN Solo Supriyanto acara gelar latihan gabungan di Tawangmangu ini merupakan kunjungan balik dari SN Purwokerto setalah SN Solo sebelumnya melakukan latihan gabungan di komplek wisata Baturaden Purwokerto pada bulan Nopember tahun lalu.

Gerakan jurus  SN, lanjut Supriyanto, relatif cukup mudah dan penuh manfaat. Terbukti dari anggota yang selama ini latihan SN relative memiliki kesehatan yang jauh lebih prima.Dulunya orang yang menggantung pada obat ketika mudah pusing atau flu, sekarang setelah latihan SN tidak begitu tergantung lagi pada obat obatan.

Disinggung soal menurunya anggota SN belakangan ini Supriyanto tak menampik.Namun dirinya tetap optimis, sedikit atau banyak minat masayarakat untuk berlatih senam dirinya tetap memberi pelatihan serius bagi anggota saat ini.

“Meski menurun kita tetap rutin melakukan latihan dan evaluasi kenaikan tingkat tiap 4 bulan khususnya bagi anggota yang selama ini masih tercatat aktif,”tandas Supriyanto.

Supriyanto menambahkan jadwal rutinitas latihan SN Solo tiap hari Selasa, Jumat jama 16:00 -17:30 dan hari Minggu jam 06.00 – 7:30 di Gelanggang Pemuda Gelora Bung Karno Komplek Manahan Solo. Jadi kalau ada yang mengatakan SN Sudah mati, sesungguhnya SN sejauh ini tetap eksis.  (yes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *