Rudy Ngamuk Solo Disebut Sarang Koruptor

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo gerah dan tidak terima tuduhan masyarakat yang menilai kota Solo penuh dengan sarang koruptor. Ucapan itu terlontar saat dirinya sedang menghadiri suatu acara di daerah Gajahan,Solo,Jawa Tengah.

Saat itu ada yang menyebutkan hampir 60 persen masyarakat kota Solo terlibat dalam tindak kasus korupsi. Tentu saja komentar itu membuat kupingnya memanas.

“Yo saya protes, saat saya ada acara Sanjo Warga (acara temu warga dengan walikota) ada yang bilang Solo masyarakatnya 60 persennya adalah koruptor,” jelas Rudy, Kamis (31/8/2017).

Dirinya merasa heran dengan tudingan tersebut, pasalnya tidak ada tindakan yang dilakukannya mengarah korupsi. Jelas itu tidak masuk di akal. Darimana dasarnya tuduhan tersebut.

Seandainya digunakan pemikiran yang sesuai penalaran, jumlah warga Solo itu totalnya mencapai 550.000 jiwa. Jika dihitung 60 persennya tiap kepala keluarga pastilah ada koruptornya.

“Apa itu masuk di akal. Yo jelas gak mungkin. Lagi pula saya itu korupsi apa,” papar Rudy.

Dengan tegas juga Rudy menyampaikan apabila masyarakat menemukan ada indikasi korupsi terjadi di wilayahnya, dirinya meminta agar masyarakat langsung melapor pada pihak berwajib. Nantinya pasti akan langsung ditindaklanjuti segera.

Apalagi saat ini sudah terbentuk tim Saber pungli yang menangani kasus korupsi dan sejenisnya. Tinggal dilaporkan saja disertai bukti-bukti yang memperkuat kasus tindak korupsi yang disangkakan.

“Laporkan saja pada Saber pungli yang saat ini sudah bekerja dengan baik,” pesan Rudy.

Kekesalan Rudy semakin bertambah d karena ada juga kota Solo juga dianggap sebagai sarang narkoba dan juga gudang teroris. Stikma yang disematkan di kota Solo itu tidak berdasar sama sekali.

“Iso bayangke ora, 60 persen warga Solo terjerat narkoba. Yo iso edan kabeh, jumlahe 200.000-an,” lanjut Rudy.

Pesan Rudy ada baiknya masyarakat Solo, ada baiknya menjadi duta antikorupsi, antinarkoba, dan antiteroris. Agar Solo bersih dari stikma negatif yang bisa merusak citra kota Solo.

“Kalo ada pendaftaran itu, saya pasti daftar paling dulu,” pungkas Rudy. (Uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *