Meresahkan, Oknum Wartawan Wonogiri Diadukan Polisi

Spread the love

Wonogiri, Pos Kita-Merasa risih dengan ulah oknum wartawan,  Endar (30), warga Wonokarto, Wonogiri,Jawa Tengah, mengadu ke Polisi, Kamis malam (31/8). Aduan tersebut terkait kasus sengketa tanah antara Endar dengan  AR, warga Pokoh, Wonoboyo, Wonogiri .

Menurut Endar, AR meminjam uang sebesar  Rp 150 juta dengan jaminan Surat Pengalihan Hak menjual sebidang tanah di kawasan Bulusulur. Belakangan ternyata status tanah tersebut bermasalah dan masih dalam proses penyelesaian di BPN setempat.

“Nah, sementara kita masih mau menyelesaikan masalah dengan pihak-pihak yang berkompeten, wartawan ini selalu ikut campur.  Malah sempat memberitakan sepihak, katanya kami meneror dan mengintimidasi AR. Padahal sama sekali kami tidak pernah mengintimidasi,” ugkap Endar.

Dalam pengakuannya kepada  Endar, oknum wartawan media cetak dan online berinisial BG tersebut katanya memegang surat kuasa dari AR. Endar merasa kesal, karena BG bertindak layaknya seorang lawyer (pengacara).

“Padahal kasusnya kan sedang dalam proses hukum. Kita tunggu saja biar proses hukum berjalan.” Kata Endar.

Himbauan untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi orang lain itu rupanya tidak dihiraukan BG. Karena merasa risih, Endar mendatangi rumah  oknum wartawan tersebut untuk menanyakan motif pendampingannya terhadap AR sekaligus menanyakan bentuk surat kuasa yang diberikan AR kepadanya. Namun  BG ternyata tidak memegang surat kuasa seperti yang dibilang selama ini. Bahkan saat mendampingi AR di kepolisian beberapa waktu lalu, BG sempat mengaku membawa surat kuasa dari AR, tetapi ketika ditanya apakah surat kuasa dimaksud pernah ditunjukkan polisi, BG mengatakan tidak ditunjukkan karena polisi tidak menanyakan.

“Berarti selama ini dia bilang punya surat kuasa itu hanya untuk menakut-nakuti kami. Karena itulah kami mengadukan masalah ini ke polisi,” kata Endar.

Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Kariri, menyatakan kasus sengketa tanah tersebut sudah ditangani pihak berwenang dan sedang dalam proses hukum.

“Itu kan sudah ditangani. Sudah ada yang ngurusi. Kalo ada pihak lain mau ikut campur tangan gak usah ditanggapi,” ujar Kariri melalui telephon.

Soal aduan warga terkait ulah oknum wartawan yang nyambi jadi lawyer tersebut, Kariri mengaku baru sebatas konsultasi kepada penyidik.

Sebelumnya, oknum wartawan bersangkutan juga dilaporkan Pemkab Wonogiri karena tulisannya dinilai tak bermutu, sering salah dan tendensius. (ewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *