Kader Mbalelo “Diusir“ Saat Malam Refleksi PAN Solo

Spread the love

SOLO, (Poskita) – Sebuah insiden pengusiran seorang kader , terjadi saat berlangsungnya acara Malam Refleksi 19 tahun Partai Amanat Nasional di Kantor DPD PAN Kota Solo Minggu [27/8]. Insiden itu terjadi pada saat Bambang Saptono seorang kader asal Laweyan – akhir akhir ini menyebut dirinya seniman nyentrik dengan aksi aksi demonya –  yang dianggap telah mbalelo dan keluar dari partai , datang di acara malam refleksi, setelah mendapat undangan melalui WhatsApp.

Para kader PAN Kota Solo yang hadir diacara tersebut mengaku gerah dengan kedatangan Bambang Saptono, apalagi Bambang langsung duduk di depan berdampingan dengan narasumber lain di acara refleksi , antara lain anggota DPR RI Mohammad Hatta, Ketua DPD PAN Kota Solo Achmad Sapari dan anggota DPRD Solo, M . Amin.

Saat diberi kesempatan berbicara, Bambang Saptono mengaku sebagai temannya Jokowi. “ Sebagai teman Jokowi saya mendukung Perppu Ormas“,  tandas Bambang. Pernyataan Bambang mendukung Perppu Ormas itu dianggap kader kader lainnya yang hadir membikin gaduh.

“Kamu provokator , sudah turun turun saja,”  teriak Saiful Sahrie salah seorang kader senior PAN Kota Solo kepada Bambang Saptono. Mendengar teriakan itu Bambang tetap melanjutkan pidatonya. “Saya ini pernah jadi kader PAN , kalau saja dibelah hati saya ini masih pada PAN,” kata Bambang.

Teriakan teriakan kader lain kepada Bambang Saptono terus muncul , hingga akhirnya Bambang mengakhiri bicaranya. Salah seorang kader PAN Solo Maryadi menyebut Bambang Saptono telah mbalelo terhadap partai. “Kalo dia memang mau tobat dan kembali ke PAN ya , baik baiklah dengan kader lainnya,” tegas Maryadi.

 

Usung Bang Zul

Dalam memperingati usianya yang ke 19 tahun , Partai Amanat Nasional telah melontarkan wacana untuk mendorong Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai calon pimpinan nasional pada Pilpres 2019. Terkait hal itu , DPD PAN Kota Solo telah sepakat untuk mengusulkan Zulkifli Hasan dalam kontestasi Pilpres 2019.

Seperti tak mau ketinggalan kereta untuk meramaikan agenda pemilihan presiden 2019 , Partai biru yang didirikan tokoh reformasi Amien Rais mulai mengelus elus jagonya. Pasca berlangsungnya Rakernas PAN di Bandung, Partai Amanat Nasional Kota Solo mengusulkan nama Zulkifli Hasan sebagai pimpinan nasional menyambut akan digelarnya Pemilihan Umum tahun 2019.

” Pimpinan nasional dalam hal ini adalah presiden atau wakil presiden. Jadi kalo ke masyarakat kita sebut pimpinan nasional agar lebih elegan , karena kalo kita sebut presiden nanti bikin rikuh dengan presiden saat ini. Tapi sebagai kader , kita boleh sebut bang Zul sebagai calon Presiden,” tegas Achmad Sapari , ketua DPD PAN Kota Solo, dalam acara Refleksi 19 tahun PAN di Kantor PAN Kota Solo Minggu 27/8.

Usulan PAN Kota Solo terhadap Zulhas dibenarkan oleh pengurus DPP PAN yang juga legislator DPR RI asal Solo Mohammad Hatta. Nama Bang Zul memang disepakati oleh seluruh pengurus tingkat DPW agar diusung menjadi kandidat pimpinan nasional.

“Seluruh DPW memang sudah sepakat soal bang Zul. Itu terjadi pada saat Rakernas di Bandung. Biasanya formasi pimpinan nasional itu jawa dan non jawa , ya minimal Zulhas bisa masuk dari unsur non jawa ,” ujar Carlie panggilan Mohammad Hatta , yang hadir di acara Refleksi di DPD PAN Kota Solo.

Dikatakan Mohamad Hatta, soal nama Zulkifli Hasan untuk diusung sebagai pimpinan nasional juga disepakati oleh tokoh sentral partai amanat nasional Amien Rais. Sosok Zulkifli Hasan sendiri dinilai cukup bersih dan mempunyai pengalaman yang cukup. Selain pernah menjadi menteri dan ketua umum partai , saat ini Zulkifli menjabat sebagai Ketua MPR-RI. [ udi ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *