Kekeringan, 200 KK Konsumsi Air Kotor

Spread the love

Sragen, Poskita- Sedikitnya 200 Kepala keluarga (KK) di Desa Katelan dan Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, terpaksa konsumsi air keruh. Lantaran sumur warga di Dusun Grabagan, Dusun Brakbunder, Katelan mulai mengering musim kemarau ini. Disisi lain, sumber air dari Pamsimas juga tak mampu penuhi kebutuhan air warga. Sedangkan untuk droping air jadwalnya juga tak menentu. Untuk membeli air bersih sendiri satu tangki mencapai Rp 500.000.
Salah satu warga Brakbunder RT 10, Sumarno (47) mengatakan bahwa sudah satu pekan ini kesulitan air untuk kebutuhan rumah tangga, sebelumnya mengandalkan air dari pamsimas, namun sudah tidak mengalir. “Begitu juga ambil air sumur tetangga sudah mengering, sedang droping air juga tak menentu. Maka kadang kami terpaksa konsumsi air meski keruh,” ucap Sumarno, Minggu (27/8).
Senada dirasakan warga lainnya, Suparni (48), mengeluh sulitnya mendapat air bersih, sehingga keluarga harus menghemat saat menggunakannya. Karena untuk membeli air, satu jerigen berisi 10 liter seharga Rp 4.000.
“Air itupun sebatas jatah satu hari untuk memasak, sedangkan mandi dengan air seadanya. Keruh tak masalah, daripada tidak mandi,” tutur Suparni
Menurut Suparni, sudah sepekan ini tidak ada droping air. Terakhir bantuan dari Polres Sragen, setelah tidak ada bantuan air bersih. (cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *