Tiga Perupa Gelar Pameran di Galeri ISI Surakarta

Spread the love

SOLO (Poskita)- Tiga perupa menggelar karyanya di galeri ISI Surakarta sebagai pra syarat untuk meraih gelar magister seni. Pameran yang digelar dari tanggal 21-25 Agustus 2017 ini diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana ISI Surakarta. Ketiga perupa tersebut adalah Hasan, Arif Fiyanto dan Fantri Pribadi. Ada 30an karya yang ditampilkan dalam pameran ini, selain lukisan di atas kanvas juga lukis batik.

“Karya yang dipamerkan ini merupakan karya tugas akhir yang dikerjakan selama enam bulan.  Selama enam bulan tersebut saya melakukan riset artistik berkaitan dengan tema yang diangkat maupun bereksperimen teknik dan material yang digunakan,” ujar Hasan (23/8).

Karya Hasan banyak menyuarakan sifat dan perilaku buruk manusia dalam hal kemunafikan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media cetak dan media rekam, seperti perilaku atau perbuatan menghasut, memfitnah, korupsi, membunuh atau menyakiti orang lain. Salah satu contohnya, karya berjudul “Monster Menunggangi Monster”,  menceritakan tentang orang-orang berperilaku buruk sedang dimanfaatkan oleh orang yang berperilaku buruk pula dalam situasi tertentu.

“Hal ini seperti yang terjadi pada peristiwa demonstrasi yang menyangkut isu dugaan penistaan agama, dimana peristiwa tersebut saya rasa sebuah peristiwa yang dipolitisasi, sehingga banyak kepentingan-kepentingan yang menunggangi di dalamnya,” jelas Hasan.

Berbeda dengan Hasan, karya Arif Fiyanto lebih banyak mengangkat persoalan personal, yaitu tentang “Cita-Cita Hidup Bahagia”. Karya-karyanya menyuarakan harapan dan impiannya di masa depan.  Hal ini terlihat dari karya Arif yang berjudul “Nyanyian Sunyi Kebahagiaan”, yang menampilkan objek visual dalam bentuk figur-figur manusia kayu yang sedang  asyik bernyanyi, menari, dan bermain musik meskipun di atas tanah yang gersang dan kering ditemani burung-burung dan binatang serta awan warna-warni yang berterbangan di sekitarnya.

“Karya ini terinspirasi dari pengalaman hidup saya yang jauh dari keluarga demi meraih cita-cita, hidup dalam keterbatasan dan terkadang mengalami kekurangan ekonomi. Esensi karya ini membahasavisualkan perasaan optimisme di tengah kondisi hidup dalam kesederhanaan, keterbatasan bahkan kekurangan,” jelas Arif Fiyanto.

Sedangkan Fantri Pribadi, menampilkan karya seni lukis batik dengan tema keterbatasan perempuan oleh nilai-nilai budaya dan  sosial yang ada di sekitarnya. (Sat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *