Siswa SD di Sukoharjo Tewas, bukan karena Dianiaya

Spread the love
SUKOHARJO – Dugaan adannya kekerasan yang dialami Rasya Wisnu Wardana (11), siswa kelas V SDN 01 Cangkol 1 Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, hingga tewas akhirnya terjawab.
Ayah Rasya, Suryanto memastikan anaknya tewas bukan karena adannya kekerasan yang dialami putra ketiganya itu. Meskipun, hasil ronsen, diakui oleh Suryanto, terdeteksi ada memar di dalam otak anaknya itu.
“Anak saya meninggal bukan karena adanya kekerasan. Meskipun dari hasil ronsen, memang ada memar dibagian otaknya,” papar Suryanto, dirumah duka,di Ngambak Lipuro RT 1/5 Kelurahan Bekonan, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (5/8/2017).
Menurut Suryanto, sebelum dilarikan kerumah sakit, dirinya dan keluarganya makan sea food terlebih dahulu.
Usai makan seafood, tiba-tiba anaknya mengeluh lemas. Badannya panas sekali. Tak berselang lama, anaknya kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya.
Melihat kondisi anaknya, dirinya langsung membawa putranya kerumah sakit dr Oen, Solo. Namun setelah 8 hari dirawat, anaknya tak juga menunjukan kemajuan.
Melihat kondisi anaknya, dirinya langsung memindahkannya ke rumah sakit Moewardi, Solo.
“Sepuluh hari dirawat. Pertama di dr oen, Lima hari di dr oen tak ada kemajuan terus saya pindah ke Moewadi. Di RSUD Moewardi anak saya di rawat, sampe akhirnya tak tertolong,”ungkapnya.
Dari hasil diagnosa dokter di RSUD Moewardi, diketahui anaknya itu meninggal karena penyakit Meningitis.
Diakui oleh Suryanto, dirinya baru mengetahui anaknya menderita Meningitis dari diagnosa dokter. Pasalnya, putranya itu tidak pernah mengeluhkan sakit sama sekali.
“Kata dokter, anak saya menderita Meningitis akut. Saya juga kaget, soalnya anak saya tidak pernah mengeluh sama sekali. Anaknya ceria dan suka bergaul,”ungkapnya.
Termasuk anaknya itu suka sekali bercanda bersama teman-temannya. Sehingga, tak menutup kemungkinan saat bergojek itulah dilihat orang,anaknya dijahili anak lain.
“Namannya anak-anak, ya, kadang-kadang suka berkelahi. Tapi itu semua hanya bercanda. Anak saya itu banyak temannya. Mungkin, yang dilihat oleh orang banyak, kalau anak saya dijahili. Tapi saya pastikan putra saya meninggal bukan karena kekerasan. Tapi karena penyakit Meningitis akut,” pungkasnya.(tyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *